Hukrim  

IKMR Kecam Oknum yang Catut Nama Frans Sarong untuk Kepentingan Proyek

Frans Sarong (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang mengecam keras oknum yang mencatut nama tokoh Manggarai, Frans Sarong, untuk kepentingan proyek tertentu.

Frans Sarong menyebut dirinya samasekali tidak pernah menjanjikan apa pun, tidak memiliki utang budi kepada siapa pun, apalagi terkait proyek.

“Saya tidak janji apa pun, tidak pernah hutang budi dengan siapa pun, apalagi proyek. Jadi cerita seperti ini sangat menyakitkan,” ujar Frans Sarong, Rabu 2 Februari 2026.

Mantan jurnalis Kompas ini meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk keuntungan pribadi. “Karena saya tidak menjanjikan apa-apa,” tegasnya.

Wakil Ketua IKMR Kupang, Matheus Dasar, mengaku sangat kecewa atas tindakan oknum yang mencatut nama Frans Sarong.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Bertemu Ribuan Warga di Matim, Frans Sarong Beber Keunggulan Melki-Johni

“Saya sangat kecewa dengan oknum yang mencatut nama Frans Sarong. Sebagai pengurus IKMR Kupang, kami kecewa dengan sikap, perilaku, dan perbuatan yang dilakukan terhadap beliau,” ujar Matheus.

Ia menilai tindakan itu sudah masuk kategori kriminal penipuan, karena menggunakan atau mencatut nama orang lain untuk melakukan hal yang tidak diinginkan.

“Bila perlu kita proses hukum saja orang ini. Ini penipuan karena sudah mencatut nama orang lain. Kami sebagai pengurus IKMR sangat kecewa,” tegasnya.

Matheus mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai siapapun yang kembali mencatut nama Frans Sarong di kemudian hari.

BACA JUGA:  ART Yuliance Sebut Ira dan Randy Sering Cekcok

Tokoh Manggarai, Dr. Alex Madar, menilai ketokohan Frans Sarong lahir dari integritas dan konsistensi moral, bukan dari kepentingan pragmatis.

“Dari segi ketokohan dan integritas, beliau jauh di atas kepentingan sesaat. Banyak peran beliau dalam menyatukan orang Manggarai,” ujar Alex.

Menurutnya, pencatutan nama Frans Sarong melukai perasaan warga Manggarai secara kolektif.

“Kami melihat Pak Frans sebagai orang tua kami. Ketika ada yang memanfaatkan nama dan kemurahan hatinya, kami sebagai warga Manggarai merasa sangat terluka,” katanya.

Alex menegaskan, jika kasus ini dibawa ke ranah hukum, IKMR Kupang siap memberikan dukungan. “Kalau dibawa ke ranah hukum, kami IKMR siap pasang badan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Diduga Tak Kantongi IMB, Masyarakat Pertanyakan Legalitas Pembangunan Ruko Depan Hotel Astiti

Perwakilan orang muda Manggarai, Hendra Jasmin, turut menyampaikan kemarahan atas pencatutan nama Frans Sarong.

“Kami marah. Kami tidak mau nama pak Frans ini rusak karena perilaku orang-orang seperti ini,” ujarnya.

Ia menyebut persoalan tersebut memang terlihat sepele, namun menyangkut nama baik dan kehormatan.

“Kami kecewa karena nama beliau dibawa dalam hal remeh teme. Tapi kami harus merespons karena ini menyangkut nama baik pak Frans,” kata Hendra.

Hendra pun mengimbau masyarakat untuk tidak percayai terhadap pihak manapun yang mengatasnamakan Frans Sarong untuk urusan proyek.

“Kami minta jangan percaya dengan hal-hal seperti ini, apalagi mencatut nama Frans Sarong,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!