KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Pemegang Saham Pengendali PT Flobamor (Perseroda), Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta manajemen PT Flobamor membenahi persoalan internal dan mengoptimalkan aset perusahaan sebelum melakukan ekspansi bisnis.
Melki mengatakan itu saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Flobamor (Perseroda), Selasa 4 Agustus 2026.
Pertemuan itu membahas sejumlah agenda, mulai dari penyampaian rencana perusahaan, pembahasan dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun Buku 2026, proyeksi pengembangan usaha mulai 2027, penyesuaian kebijakan remunerasi, hingga penguatan tata kelola anak perusahaan.
Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menyebut penguatan fondasi perusahaan harus menjadi prioritas sebelum memperluas lini usaha.
“Yang pertama, rapikan problem utama PT Flobamor. Yang kedua, optimalkan aset-aset PT Flobamor yang ada saat ini dulu. Yang ketiga, baru ekspansi,” tegas Melki.
Menurutnya, pembenahan tata kelola perusahaan dan optimalisasi aset merupakan langkah penting agar setiap investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menilai ekspansi usaha akan lebih efektif apabila didukung kondisi internal perusahaan yang sehat dan memiliki tata kelola yang baik.
Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda), Dominggus Elcid Li, mengaku optimis terhadap arah pengembangan perusahaan ke depan.
Dia menyebut seluruh penyertaan modal Pemerintah Provinsi NTT akan dikelola secara bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD.
“Seluruh modal yang bersumber dari APBD akan dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat usaha perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.
Melalui RKAP Tahun Buku 2026, PT Flobamor menetapkan sejumlah program prioritas yang difokuskan pada penguatan sektor usaha yang sudah dimiliki.
Beberapa program utama meliputi penguatan sektor perkapalan, optimalisasi sektor perhotelan dan pariwisata melalui pengembangan Hotel Sasando.
Selain itu pengembangan ekonomi kerakyatan melalui perluasan jaringan NTT Mart yang mencakup NTT Mart ASN, NTT Mart Petani, dan NTT Mart Nelayan.
Juga penguatan Food Laboratory melalui pengadaan peralatan laboratorium guna mendukung sertifikasi produk UMKM agar memiliki daya saing lebih tinggi.
Setelah pembenahan internal dan penguatan usaha berjalan, PT Flobamor menyiapkan sejumlah proyek pengembangan mulai 2027.
Sektor yang menjadi prioritas antara lain pengolahan limbah, operasional penuh Food Laboratory, pembangunan rumah potong unggas, pengembangan pabrik pakan ternak, dan industri skala kecil yang mendukung hilirisasi komoditas unggulan NTT.
Langkah itu diarahkan untuk memperkuat nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
RUPS itu juga para pemegang saham menyetujui RKAP PT Flobamor Tahun Buku 2026 sebagai pedoman pelaksanaan program kerja dan pencapaian target perusahaan.
Rapat juga membahas penyesuaian kebijakan remunerasi bagi komisaris, direksi, dan karyawan perusahaan.
Kebijakan itu disusun dengan mempertimbangkan prinsip kepatutan, kemampuan perusahaan, serta kondisi ekonomi saat ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perusahaan yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Selain itu, pemegang saham turut membahas penguatan tata kelola anak perusahaan agar pengelolaan bisnis lebih efektif dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi NTT.***

