RALB Tetapkan Sason Helan Jadi Ketua Pengurus Swasti Sari Periode 2026-2028

KUPANG, HN – Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KSP Kopdit Swasti Sari menetapkan Yohanes Sason Helan sebagai Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari periode 2026-2028. Keputusan diambil dalam forum RALB yang digelar di Phoenix Kupang, Sabtu 1 Agustus 2026.

RALB yang mengusung tema “Mengembalikan Kedaulatan Anggota, Menyelamatkan Kopdit Swasti Sari” ini untuk memulihkan kepercayaan anggota setelah berbagai dinamika yang terjadi belakangan.

Usai ditetapkan sebagai ketua pengurus, Yohanes Sason Helan menyebut amanah yang diterima merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan demi kepentingan seluruh anggota.

“Keputusan ini adalah amanah besar yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Yohanes Sason Helan.

Dia menyebut, selama 30-an tahun memimpin KSP Kopdit Swasti Sari, baru kali ini koperasi menghadapi situasi luar biasa.

BACA JUGA:  Gelar Aksi Demo, Mahasiswa Minta Naikan Tarif MiChat, Turunkan Harga BBM

“Selama 30-an tahun Swasti Sari hadir, baru kali ini terjadi kejadian luar biasa. Karena itu mari kita bangun kembali persaudaraan. Tidak ada yang kalah ataupun menang. Tugas kita adalah melayani anggota,” jelasnya.

Menurutnya, jabatan pengurus maupun pengawas hanya bersifat sementara sehingga seluruh pengurus harus bekerja maksimal demi kepentingan anggota.

“Kita pengurus hanya transit. Masa jabatan pengurus dan pengawas hanya tiga tahun. Karena itu mari kita tegakkan kembali marwah lembaga ini dan menaikkan kelas Kopdit Swasti Sari,” tegasnya.

Sason Helan berjanji untuk menjaga seluruh aset milik anggota dan memastikan tidak ada lagi tindakan yang merugikan koperasi.

“Kami yang dilantik hari ini berjanji menjaga aset para anggota. Saya sudah terbukti mengamankan lembaga ini selama 30 tahun. Saya tahu isi perut lembaga ini, jadi jangan ada yang berbuat jahat di dalam lembaga ini,” terangnya.

BACA JUGA:  Tiga Dekade Pimpin Swasti Sari, Sason Helan Putuskan Maju Calon DPR RI

Dia meminta seluruh pengurus dan pengawas yang baru dilantik bekerja nyata untuk melayani anggota koperasi. “Jangan hanya duduk menikmati ruangan ber-AC di kantor. Kita harus bekerja melayani anggota,” ungkapnya.

Di hadapan peserta RALB, Sason juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota atas konflik yang sempat terjadi.

“Saya minta maaf apabila selama kekisruhan yang terjadi ada hal-hal yang menyakiti hati para anggota. Swasti Sari adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga lembaga ini dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengawas KSP Kopdit Swasti Sari, Ambrosius Pan, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

BACA JUGA:  Orang Muda Ganjar Gelar Pelatihan Tenun Tingkat Pemula di Sumba Barat

Ia menegaskan fokus utama pengawas adalah mengembalikan marwah Kopdit Swasti Sari sebagai koperasi milik anggota.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Tugas kita sekarang adalah mengembalikan marwah Kopdit Swasti Sari,” katanya.

Ambrosius berharap setelah RALB selesai, pengurus dan pengawas segera mendapatkan pelatihan dari Puskopdit agar mampu menjalankan tugas sesuai prinsip tata kelola koperasi.

“Saya berharap ada pelatihan bagi pengurus dan pengawas dari Puskopdit agar kita bisa bekerja lebih profesional,” ujarnya.

Ambros menilai RALB adalah langkah penyelamatan koperasi. “Kalau ada yang tidak mendukung Rapat Anggota Luar Biasa ini, maka patut dipertanyakan karena jangan sampai ada niat menghancurkan koperasi ini,” tegas Ambros.***

error: Content is protected !!