KUPANG, HN – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, meninjau langsung proses pembinaan atlet cricket di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat mengunjungi SKO Flobamora Kupang, Sabtu 1 Agustus 2026.
Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia-Australia sekaligus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga cricket di NTT.
Rod Brazier disambut Sekretaris Jenderal Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Pusat Albert W. Ardian Takudung, Ketua PCI NTT Dr. Inche D. P. Sayuna, serta jajaran pengurus PCI kabupaten/kota se-NTT.
Setibanya di lokasi, Dubes Australia diarak dengan tarian tradisional sebelum mengikuti pertemuan bersama atlet dan pelatih cricket.
Dalam kunjungan itu Rod Brazier menyaksikan secara langsung proses pembinaan atlet muda yang selama ini dijalankan PCI NTT di SKO Flobamora.
Dia juga memberikan motivasi kepada para siswa dan atlet agar terus mengembangkan kemampuan mereka di cabang olahraga cricket.
Tak hanya berdialog, Rod turut turun ke lapangan dan bermain cricket bersama atlet-atlet NTT di kompleks GOR Oepoi Kupang.
Sebenarnya, Rod bersama rombongan dijadwalkan meninjau pembangunan lapangan cricket berstandar internasional di Kabupaten Kupang. Namun agenda itu batal dilakukan karena keterbatasan waktu dan jadwal penerbangan.
Ketua PCI NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, menyebut kunjungan Duta Besar Australia merupakan kehormatan sekaligus momentum penting bagi perkembangan cricket di NTT.
“Ini merupakan momentum dan kebahagiaan bagi kami. Dikunjungi langsung oleh Duta Besar Australia, khususnya melihat pembinaan atlet cricket di NTT,” ujar Inche Sayuna.
Menurutnya, hubungan cricket Indonesia dan Australia telah terjalin sejak lama. Karena itu, kunjungan Dubes diharapkan makin memperkuat kolaborasi kedua negara dalam pengembangan olahraga cricket.
Ia menilai perhatian Pemerintah Australia menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet NTT untuk terus meningkatkan prestasi.
Apalagi, cricket NTT selama ini menjadi salah satu cabang olahraga andalan yang rutin meraih prestasi di tingkat nasional.
“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Australia, khususnya dalam pengembangan cabang olahraga cricket. Apalagi cricket NTT merupakan salah satu cabang olahraga unggulan yang telah banyak berprestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.
PCI NTT juga meminta dukungan Pemerintah Australia untuk mempercepat pembangunan fasilitas cricket berstandar internasional di Kupang sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.
Inche menjelaskan perkembangan cricket di NTT tidak lepas dari hubungan panjang dengan Australia.
Pembinaan yang dimulai Bruce Christie sejak 2008 telah melahirkan banyak atlet nasional serta pelatih asal NTT yang kini berkontribusi di berbagai daerah di Indonesia.
Dia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Australia melalui program relawan, khususnya kehadiran Michelle (Susi Michelle) yang selama enam bulan terakhir mendampingi pembinaan atlet di SKO Flobamora.
“Kontribusi Michelle sangat berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan atlet kami. Kami berharap masa penugasannya dapat diperpanjang, bahkan bila memungkinkan ditambah satu relawan lagi untuk semakin memperkuat pembinaan cricket di NTT,” jelasnya.
PCI NTT bersama Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang saat ini tengah membangun kawasan cricket berstandar internasional di atas lahan seluas enam hektare.
Kawasan itu akan memiliki tiga lapangan, yakni dua lapangan luar ruang dan satu lapangan dalam ruang, lengkap dengan enam pitch turf.
Lapangan pertama ditargetkan selesai tahun ini untuk mendukung kesiapan NTT menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTB.
Selain menjadi pusat pembinaan, kawasan itu juga disiapkan sebagai destinasi sport tourism dengan konsep wisata bahari bagi atlet dan tamu yang datang ke NTT.
PCI NTT berharap Pemerintah Australia dapat mempercepat kedatangan kurator asal Australia, Jack Malvin, yang akan membantu pembangunan pitch turf internasional agar proyek dapat rampung sesuai target.
Tak hanya itu, PCI NTT telah merencanakan penyelenggaraan Turnamen Persahabatan Internasional yang melibatkan Indonesia, Australia, Timor Leste, dan India pada Juli 2027.
“Kami berharap Yang Mulia Duta Besar dapat kembali hadir di NTT pada Juli tahun depan untuk meresmikan lapangan cricket ini sekaligus membuka turnamen persahabatan internasional tersebut,” ujar Inche.
Ia menegaskan, kerja sama Indonesia dan Australia melalui olahraga cricket diharapkan terus berkembang sebagai jembatan persahabatan kedua negara sekaligus mendorong NTT menjadi salah satu pusat pengembangan cricket di Indonesia.***

