KUPANG, HN – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026-2031 resmi dilantik. Pengurus baru berkomitmen turun langsung ke 22 kabupaten/kota untuk mendengar dan mengawal kebutuhan petani.
Pelantikan berlangsung di Aula Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu 16 September 2026. Prosesi pelantikan dilakukan Ketua DPN HKTI Sudaryono. Turut dihadiri Gubernur Melki Laka Lena dan Wagub NTT Johni Asadoma.
“Saya melantik saudara-saudari sebagai pengurus DPD HKTI NTT periode 2026-2031. Saya ucapkan selamat bekerja,” ujar Sudaryono.
Sudaryono meminta pengurus HKTI di NTT tidak bekerja sendiri. Koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar berbagai program pertanian dapat terlaksana dengan baik.
“Saya minta koordinasi dengan semua kepala daerah agar semua program pertanian di daerah bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kedekatan Ketua DPD HKTI NTT dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu modal komunikasi untuk memperjuangkan kepentingan pertanian NTT.
“Berbanggalah punya ketua DPD HKTI yang dekat dengan Presiden Prabowo. Apapun yang dia minta pasti dipenuhi oleh Presiden,” pungkas Sudaryono.
Ketua DPD HKTI NTT Fernando Soares mengatakan, pelantikan itu menjadi awal bagi pengurus untuk menjalankan program kerja organisasi di Nusa Tenggara Timur. Ia mengaku bangga dan terhormat karena pengurus DPD HKTI NTT dilantik langsung oleh Ketua DPN HKTI.
“Kami DPD HKTI NTT bangga dan terhormat karena dilantik langsung Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono,” ujar Fernando.
Menurutnya, HKTI NTT akan membawa semangat untuk lebih dekat dengan petani. Ia menyebut Sudaryono sebagai sosok yang akan dijadikan contoh dalam menjalankan kerja-kerja organisasi.
“Kami jadikan Ketua DPN sebagai role model atau contoh untuk melakukan program kerja HKTI di Nusa Tenggara Timur, yaitu mendengar langsung dan dekat dengan petani,” jelasnya.
Fernando menegaskan HKTI NTT tidak ingin kegiatan organisasi berhenti pada seremoni pelantikan. Pengurus akan turun ke lapangan dan mengunjungi seluruh kabupaten/kota di NTT.
“HKTI tidak akan selesai dengan acara pelantikan ini. Tetapi kami akan keliling 22 kabupaten/kota, jadi mata dan telinga, mendengar keluh kesah mereka untuk membantu para petani di NTT,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai dukungan yang selama ini diberikan kepada petani NTT, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pupuk.
Fernando menyebut HKTI NTT akan terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten/kota.
“Kami HKTI dan pemerintah NTT berkoordinasi. Kerja sama dan hubungan kami baik. Kami mohon hubungan baik ini, jika ada usulan dari daerah bisa langsung jadi atensi,” terangnya.
Fernando mengajak masyarakat dan mahasiswa ikut mendukung pengembangan sektor pertanian. Ia berharap produk pertanian NTT tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga dapat dipasarkan ke luar NTT hingga pasar ekspor.
“Kami juga mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk saling mendukung. Semoga hasil pertanian kita di NTT bisa diekspor keluar NTT,” ujarnya.
Fernando turut menyinggung kondisi infrastruktur pertanian di Flores setelah gempa. Ia meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pertanian yang terdampak bencana.
“Kami juga minta Presiden Prabowo untuk pemulihan infrastruktur pertanian di Flores, Nusa Tenggara Timur pascagempa,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
“Semua dapur MBG bergerak sejak hari pertama gempa untuk melayani masyarakat. Ini sangat luar biasa,” pungkasnya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan sektor pertanian memiliki peran penting bagi masyarakat NTT.
Menurut Melki, pemerintah provinsi bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma berkomitmen untuk terus bersama petani.
“Pertanian sangat penting bagi masyarakat NTT. Melki-Johni berkomitmen harus bersama petani,” kata Melki.
Ia menegaskan pertanian tidak boleh hanya ditempatkan sebagai salah satu bagian dari proses pembangunan daerah.
“Kami pastikan pertanian di NTT tidak lagi jadi bagian dari proses pembangunan, tetapi penentu pertumbuhan ekonomi dan inklusi,” ujarnya.
Melki Laka Lena juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD HKTI NTT yang baru dilantik.
“Selamat untuk semua pengurus DPD HKTI NTT. Selamat sukses menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di NTT melalui HKTI,” pungkasnya.***

