KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bertemu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Bandara El Tari, Kupang, Sabtu 8 Agustus 2026.
Pertemuan singkat itu Melki dan Purbaya membahas sejumlah persoalan di NTT mulai dari beban utang, kemiskinan, stunting hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Melki bertemu Purbaya setelah Menteri Keuangan menyelesaikan kunjungan kerja di NTT. Pertemuan itu dimanfaatkan Melki untuk menyampaikan sejumlah aspirasi Pemprov NTT kepada pemerintah pusat.
Salah satu yang dibahas adalah kewajiban utang Pemprov NTT. Melki menyampaikan upaya pemerintah daerah mendapatkan penyesuaian bunga dan skema pembayaran kewajiban utang.
Persoalan itu sangat penting karena pembayaran kewajiban utang berkaitan dengan ruang fiskal pemerintah daerah.
Semakin besar beban pembayaran, semakin terbatas ruang anggaran yang dapat digunakan untuk membiayai program pembangunan.
Melki berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan untuk menemukan skema pembayaran yang lebih memungkinkan bagi kondisi fiskal NTT.
Tak hanya utang, Melki dan Purbaya juga membahas persoalan kemiskinan dan stunting di NTT. Dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk mempercepat penanganan dua persoalan itu.
Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong program yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat untuk keluar dari persoalan kesejahteraan.
Salah satu pendekatan yang didorong adalah penguatan ekonomi kerakyatan. “Penguatan ekonomi kerakyatan agar masyarakat semakin berdaya,” ujar Melki.
Menurut Melki, penguatan ekonomi masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan. Masyarakat didorong agar mampu mengembangkan usaha dan mengoptimalkan potensi ekonomi di lingkungannya.
Pertemuan itu Melki juga menyampaikan aspirasi masyarakat pesisir NTT. Salah satunya terkait dengan perjuangan mendapatkan ganti rugi kasus Montara dan pemulihan Laut Timor.
Kasus kebocoran minyak di Blok Montara, Laut Timor, telah lama menjadi perhatian masyarakat pesisir NTT. Persoalan ganti rugi dan pemulihan lingkungan laut hingga kini masih menjadi bagian dari perjuangan masyarakat.
“Termasuk tentu perjuangan masyarakat pesisir: ganti rugi Montara dan pemulihan Laut Timor,” jelas Melki.
Melki kemudian menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas perhatian pemerintah pusat terhadap NTT.
Dia berharap perhatian tersebut dapat memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai agenda pembangunan di NTT.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan Pak Purbaya atas perhatian dan kepeduliannya untuk NTT,” pungkas Melki.***

