Wagub Johni Asadoma Ajak Australia Investasi di Semua Sektor Unggulan NTT

KUPANG, HN – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma mengajak Pemerintah Australia untuk memperkuat kerja sama di semua sektor unggulan yang ada di NTT, baik itu pertanian, perikanan, hingga pariwisata.

Wagub Asadoma mengatakan itu saat menghadiri Gig on the Green yang digelar Kedubes Australia di La Cove Beach Restaurant Kupang, Sabtu 14 Juni 2025.

Menurut dia, Indonesia merupakan partner bilateral terpenting yang dimiliki Australia. Selama 70 tahun terkahir, kedua negara sudah membangun kerja sama di berbagai bidang.

“Saya ingin belajar lebih banyak tentang bagaimana mempererat ikatan ini di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, pertanian, perikanan, dan pariwisata,” jelasnya.

Mantan Wakapolda NTT itu menyebut siap menyabut segala bentuk kolaborasi, termasuk investasi dari Pemerintah Australia, untuk kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  Meriahkan HUT RI Ke-77, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Goyang Ja’i

Wagub Johni menyebut, NTT telah menjalin 72 bentuk kerja sama internasional, termasuk sejumlah program penting dari Pemerintah Australia seperti SKALA, AIP PRISMA, AIP DRM, MENTARI, dan AIP PHSP.

“Di NTT, kami telah menjalin total 72 hubungan dengan rekan-rekan strategis dari berbagai negara. Meski demikian, saya percaya bahwa ini masih belum cukup,” ungkapnya.

“Saya hidup dengan prinsip, ‘Seribu teman tidak pernah cukup, tetapi satu musuh terlalu banyak.’ pintu kolaborasi harus tetap terbuka, dan kita tidak boleh berhenti berjuang untuk membangun lebih banyak pertemanan, kepercayaan, dan kerja sama,” tambah Wagub Johni.

Wagub Johni berharap lebih banyak inisiatif dan kerja sama antara NTT dan Australia yang dipromosikan dan difasilitasi oleh Konsulat-Jenderal Australia di Bali.

“Perdagangan dan investasi harus jadi pusat kerja sama, karena itu merupakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, baik bagi masyarakat NTT maupun Australia,” terangnya.

BACA JUGA:  Polemik Besipae, Ini Tanggapan DPRD NTT

Dia mengusulkan lebih banyak kerja sama antar-pemerintah daerah, termasuk program sister city antara Kota Kupang dengan kota-kota besar di Australia.

“Ada begitu banyak potensi yang belum dimanfaatkan untuk tumbuh bersama. NTT bukan hanya wilayah Indonesia yang paling dekat dengan Australia, tetapi juga wilayah dinamis dan sedang berkembang dengan peluang besar untuk perdagangan, investasi, dan kolaborasi,” jelasnya.

Johni Asadoma berharal Gig on the Green tidak menjadi kegiatan pertama dan terakhir kali yang diselenggarakan di Kupang, tetapi harus mampu menjangkau lebih banyak tempat di NTT.

Konsul-Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, menyebut komunitas alumni Australia di Kupang merupakan bagian dari dari 20.000 alumni Australia yang ada di Indonesia.

BACA JUGA:  Tiba di KPU, MELKI-JOHNI Kompak Kenakan Kemeja Biru Muda Ala Prabowo-Gibran

“Kegiatan ini penting untuk terhubung kembali, untuk berkenalan dengan banyak orang, dan untuk menemukan kesempatan berkolaborasi,” ujar Jo.

Dia mengajak masyarakat NTT untuk mendaftar ke berbagai program beasiswa dan pelatihan yang ditawarkan Pemerintah Australia.

“Saya harap sebanyak mungkin warga NTT, sebagai salah satu provinsi prioritas, untuk mendaftarkan diri dalam berbagai program yang diselenggarakan Pemerintah Australia, baik berupa kursus singkat, pertukaran, maupun beasiswa jenjang magister dan doktoral,” tandasnya.

Turut hadir mantan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi H. Nange, Rektor Universitas Nusa Cendana Maxs Sanam, dan sekitar 250 orang alumni Australia yang ada di Kota Kupang.***

error: Content is protected !!