SUMBA, HN – Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, melantik empat Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Pordasi Pacu se-daratan Sumba di Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Sumba Barat, Selasa 28 April 2026.
Pelantikan itu menjadi konsolidasi awal menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028, di mana Sumba Barat dipercaya menjadi tuan rumah cabang olahraga berkuda pacu.
Empat Ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu yang dilantik yakni Sumba Barat Frengky Tarawatu Susanto, Sumba Timur Umbu Aryad Tunggudjama, Sumba Barat Daya Yohanis Mone Kaka, dan Sumba Tengah Umbu Saingu Poti.
Umbu Rudi menyebut pelantikan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi fondasi untuk membangun prestasi pacuan kuda NTT.
Umbu Rudi mengatakan, NTT menargetkan 10 medali emas di ajang PON 2028. Salah satu kekuatan utama yang diandalkan adalah nomor pacuan kuda tanpa pelana, tradisi khas Sumba yang kini resmi masuk agenda PON.
“Kalau sudah masuk PON, ini bukan lagi milik Sumba saja, tapi akan dipertandingkan secara nasional secara berkelanjutan. Kita wajib ambil bagian,” ujar Umbu Rudi Kabunang.
Menurutnya, tanpa target jelas, Sumba bisa tertinggal dari daerah lain seperti Jawa dan Sumatra yang lebih dulu berkembang di olahraga pacuan kuda.
Sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028, pihaknya sudah menyiapkan beberapa agenda, yakni Kejurnas Pacuan Kuda Agustus 2026 di Waikabubak, Pra-PON tahun 2027, dan PON XXII tahun 2028.
“Pembinaan akan difokuskan pada pelatihan joki, pelatih lokal, serta penguatan regulasi lomba,” ungkap Umbu Rudi.
Umbu Rudi juga mendorong agar agenda pacuan kuda dikemas bersama sektor pariwisata di setiap kabupaten di Sumba.
“Supaya selain berprestasi di olahraga berkuda, juga bersinergi dengan pariwisata di Sumba dan NTT umumnya,” terangnya.
Ia menilai pacuan kuda dapat menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari peternakan kuda hingga sektor UMKM pendukung.
Wakil Bupati Sumba Barat, Timotius T. Rangga, mengatakan pacuan kuda bukan sekadar olahraga, tetapi identitas budaya masyarakat Sumba.
“Kita harus memastikan tamu yang datang merasakan keindahan alam, keamanan, dan keramahan masyarakat Sumba,” tandasnya.***

