KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Krakatau Steel (Persero) untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut sinergi antara pemerintah pusat dan daerah (Pemda) sangat penting untuk menentukan lokasi pembangunan SPPG serta penanggung jawab pelaksana.
“Kami berkomitmen menggandeng seluruh tokoh masyarakat, pemuda desa, dan yayasan. Jika belum ada yayasan, kami akan membentuknya dan memberikan management fee sebagai insentif dalam pengelolaan penyediaan makanan bergizi gratis,” jelas Dadang, Rabu 22 Oktober 2025.
Dadang menegaskan, tujuan utama program ini adalah melayani masyarakat, terutama ibu hamil dan anak balita, agar generasi mendatang memiliki kualitas gizi yang optimal.
“Selama ada ibu hamil dan anak balita, wajib ada satu SPPG yang aktif beroperasi,” pungkasnya.
Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan mengatakan, pihaknya siap dukungan penuh pengembangan dapur SPPG lengkap dengan fasilitas pendukung.
“Sebagai produsen, kami pastikan seluruh produk memenuhi standar kualitas agar dapur-dapur mandiri di daerah 3T bisa beroperasi secara optimal dan percepatan distribusinya terwujud,” jelas Akbar.
Sejumlah kepada daerah juga menyampaikan perkembangan dan tantangan di lapangan. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyebut Kabupaten Sikka mendukung program Makanan Bergizi (MBG).
Menurut dia, sejak awal bulan Agustus 2025, Pemda Sikka sudah mengoperasikan delapan dapur mandiri dan seluruh proses berjalan dengan lancar.
“Dari 67 titik yang telah ditetapkan, ada usulan penambahan menjadi 72 titik, dengan sekitar 45 titik sudah mendapat dukungan dari investor lokal yang sangat antusias,” jelasnya.
Dia berharap agar persetujuan terhadap titik-titik tersebut segera dirampungkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sementara titik lainnya dapat dibangun oleh Krakatau Steel.
Wakil Bupati TTS, Johny Konay menyebut pihaknya berencana bangun 127 dapur SPPG, dengan harapan keterlibatan aktif para Orang Tua murid dan Guru dalam pelaksanaan program ini demi keberhasilan dan keberlanjutannya.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo melaporkan bahwa satu lokasi SPPG di daerah 3T sudah dalam proses pembangunan, sementara 65 lokasi lainnya masih menunggu realisasi.
Semua pemerintah daerah mendukungan penuh kolaborasi dengan BGN dan Krakatau Steel. Mereka juga meminta agar investor lokal dilibatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pelaksanaan program ini.
“Saya berharap setiap daerah di NTT segera menentukan titik lokasi pembangunan SPPG 3T di wilayahnya masing-masing guna mempercepat pelaksanaan program secara menyeluruh,” tegasnya.***

