KUPANG, HN – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, memastikan PSI akan mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) perampasan aset jika partainya lolos masuk ke parleman (DPR RI).
“Yang pasti itu kita dorong RUU Perampasan Aset. Itu sudah pasti kita akan dorong. Dan itu Insya Allah kita jadikan kenyataan setelah kita masuk ke senayan,” ujar Kaesang saat diwawancarai wartawan di Kota Kupang pada Rabu, 31 Januari.
Ia kembali menegaskan bahwa program utama PSI bila partainya masuk lolos masuk ke parleman hal utama yang akan dibuat adalah mendorong RUU Perampasan Aset.
Untuk memenuhi harapan itu, Kaesang, meminta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat NTT untuk memilih calon anggota DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia.
Putra kedua Presiden Jokowi juga mengakui bahwa saat ini, elektabilitas PSI naik 4,3 persen dan berada di tiga besar. Karena itu, ia optimis PSI mampu memiliki anggota di senayan.
Ia juga mengakui bahwa elektabilitas PSI di NTT mengalami peningkatan. Hal ini dilihat dari hasil survei, di mana PSI menduduki peringkat ketiga dari 18 partai peserta pemilu.
“Di survei kan kita sudah nomor 3 di NTT sudah bagus sekali. Kami kan partai baru. Insya Allah kita bisa buat kejutan nanti bisa di atas 6 sampai 8 persen,” terangnya.
Terpisah Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT, dr. Christian Widodo, memastikan PSI memliki perwakilan fraksi DPRD di setiap kabupaten/kota di NTT.
“Itu janji kita mencoba satu fraksi. Biar itu di Flores, Kupang dan lainnya. DPR RI juga demikian,” kata Widodo.
Widodo yang juga anggota DPRD NTT ini juga mengaku optimis bahwa PSI NTT mampu memperoleh fraksi di DPRD NTT. Termasuk memperoleh kursi anggota DPR RI dari dapil NTT 1 dan II.
“Provinsi sendiri setiap Dapil ada satu sehingga ada fraksi,” tutupnya.***

