Ratusan Anggota Tarik Dana dari Swasti Sari, Nilainya Capai Ratusan Miliar

Gejolak Internal Disebut Picu Ratusan Anggota Keluar dari Koperasi

Yohanes Sason Helan (Foto: Eman Krova)

KUPANG, HN – Gejolak yang terjadi di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti Sari disebut memicu ratusan anggota menarik diri dalam sepekan terakhir. Total dana yang sudah ditarik oleh anggota bahkan disebut mencapai Rp100 miliar.

Pernyataan itu disampaikan mantan General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan (YSH) usai menghadiri pelantikan pengurus dan pengawas koperasi Swasti Sari, Senin 11 Mei 2026.

BACA JUGA:  KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Oelamasi Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

“Dalam satu minggu ini saja anggota sudah ratusan menarik diri karena gejolak di Swasti Sari. Sudah sekitar 400 sampai 500 anggota. Ini baru di Kota Kupang,” ujar Sason Helan.

BACA JUGA:  UNFLOR Gelar Seminar, Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan dan Tolak Anarkisme di Pulau Flores

Menurut dia, jumlah tersebut berpotensi terus bertambah apabila gelombang konsolidasi anggota terjadi di daerah lain. “Kalau konsolidasi, bisa ribuan anggota yang tarik diri,” jelasnya.

Dia menyebut penarikan dana oleh anggota dalam beberapa waktu terakhir nilainya sangat besar. Dana yang sudah keluar dari koperasi mencapai sekitar Rp100 miliar.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Resmikan Kantor Perwakilan Rumah Zakat NTT

“Total uang sudah Rp100 miliar yang mereka tarik dari Swasti Sari,” ungkap mantan calon anggota DPR RI partai PPP itu.

Dia menilai kondisi ini akan berdampak terhadap KSP Kopdit Swasti Sari, termasuk nasib para karyawan. “Bagaimana nasib karyawan kalau Swasti Sari sampai bubar,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!