474 Sekolah di NTT Direvitalisasi 2026, Anggaran Rp225,9 Miliar

KUPANG, HN – Pemerintah pusat mengalokasikan dana atau anggaran Rp225,9 miliar untuk merevitalisasi 474 satuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di tahun 2026. Program ini merupakan agenda Presiden RI Prabowo Subianto bertajuk “Wujudkan Sekolah ASRI”.

Demikian dikatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Provinsi NTT di SMA Negeri 9 Kota Kupang, Selasa 5 Mei 2026.

Abdul Mu’ti mengatakan, tahun 2025 pemerintah telah merevitalisasi 576 sekolah di NTT dengan anggaran Rp589,2 miliar, meliputi PAUD hingga satuan pendidikan nonformal.

BACA JUGA:  PLTP Ulumbu Jadi Bukti Proyek Geotermal yang Aman jika Dikelola dengan Benar

“Ini bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan mutu dan pemerataan sarana pendidikan, termasuk di NTT,” ujar Abdul.

Untuk 2026, kata dia, 299 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dan 175 lainnya segera menyusul, sehingga total mencapai 474 sekolah.

“Tahun 2026 pemerintah alokasikan Rp225,9 miliar untuk revitalisasi 474 sekolah di NTT. Jumlah sekolah masih bisa bertambah, bahkan kami berharap bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dengan dukungan kebijakan Presiden,” katanya.

Di Kota Kupang, 18 sekolah menerima bantuan Rp19,3 miliar, sementara Kabupaten Kupang 27 sekolah dengan Rp26,2 miliar.

BACA JUGA:  Tenang Jiwa Melki-Johni Hadapi Pilgub Rasa Pilpres

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyalurkan 8.907 unit panel interaktif secara nasional senilai Rp292,6 miliar. Di Kota Kupang terdistribusi 372 unit dan Kabupaten Kupang 596 unit.

Mu’ti menegaskan, revitalisasi sekolah menjadi bagian dari target nasional menuntaskan perbaikan seluruh sekolah paling lambat 2028.

“Bukan hanya infrastruktur, tapi juga membangun sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah melalui konsep Sekolah ASRI,” katanya.

Konsep ASRI lingkungan belajar bebas kekerasan, nyaman, serta mendukung toleransi. Kebijakan ini diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman.

BACA JUGA:  Mahasiswa dan Pemuda Waihelan Adonara Gelar Seminar Literasi Digital

Dia juga mendorong penguatan pembelajaran berbasis STEAM guna membentuk generasi dengan kemampuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta karakter kuat.

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang dinilai konsisten meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.

“Bantuan ini menunjukkan komitmen serius membangun pendidikan di NTT,” ujarnya.

Melki menegaskan pembangunan pendidikan di NTT harus menitikberatkan pada kualitas akademik, karakter, dan kewirausahaan. Ia juga mendorong produk karya siswa dapat dipasarkan untuk mendukung ekonomi sekolah.***

error: Content is protected !!