KUPANG, HN – Universitas Flores (UNFLOR) menggelar seminar bertajuk “Demonstrasi Mahasiswa” di Aula Unflor, Ende, Rabu 17 September 2025.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Karolus Charlaes Bego dan Agustinus Kembardi Sumbi, S.Pd., M.Pd., SH., M.Sc.
Kegiatan ini bertujuan mengajak mahasiswa untuk memahami demokrasi yang sehat dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, menolak anarkisme, provokasi, serta isu negatif yang berpotensi memecah belah masyarakat di Pulau Flores.
Rektor UNFLOR, Dr. Wilybrodus Lanamana, mengimbau mahasiswa agar tetap berkarya dengan integritas yang baik demi masa depan bangsa.
“Mahasiswa jangan terprovokasi pada hal-hal anarkis, hoaks, maupun adu domba. Mari kita jaga bangsa ini dari perpecahan,” ujar Wilybrodus.
Dunia akademik harus menjadi ruang edukasi dan pembentukan karakter mahaswa. Bukan tempat lahirnya perpecahan.
Karolus Charlaes Bego dan Agustinus Kembardi Sumbi, S.Pd., M.Pd., SH., M.Sc yang hadir sebagai pemateri mengatakan, demokrasi sejatinya mencerminkan kedaulatan rakyat, di mana kebijakan publik tidak boleh diputuskan tanpa melibatkan warga.
“Ketika pintu demokrasi terbuka lebar, seringkali yang muncul adalah euforia kebebasan. Namun kebebasan ini tidak boleh disalahartikan sebagai tindakan tanpa batas yang justru merusak nilai demokrasi itu sendiri,” jelasnya.
Mereka menegaskan agar mahasiswa yang menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi tetap mengedepankan etika dan tidak melakukan tindakan anarkis.
“Demonstrasi adalah hak, tetapi jangan sampai ditunggangi pihak tertentu yang akhirnya merugikan mahasiswa sendiri,” tegasnya.
Seminar ditutup dengan deklarasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Flores (UNFLOR). Isi deklarasi tersebut berbunyi:
“BEM Universitas Flores mengajak Seluruh Elemen Masyarakat dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan, Menolak Anarkisme dan Provokasi, Melawan Isu Negatif serta mendukung Sinergitas terciptanya situasi yang aman dan damai di Pulau Flores”.***

