Melki Ajak Gereja Gerakan Ekonomi Umat Lewat Produk Unggulan di Setiap Stasi, KBG dan KUB

SBD, HN – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri pemberkatan dan Peresmian Gereja Katolik Santo Paulus Rasul Waihari, Paroki Santo Yosep Waimarama, di Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Minggu, 29 Juni 2025.

Peresmian dilakukan oleh Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmundus Woga, CSsR, dan dihadiri ratusan umat dari berbagai penjuru paroki.

Gubernur Melki menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kerja kolektif yang telah membuahkan gedung gereja yang megah untuk tempat ibadah umat.

BACA JUGA:  Tiga Tarian Daerah Disiapkan Sambut Delegasi KTT ASEAN di Labuan Bajo

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat NTT, saya ucapkan selamat berbahagia kepada umat Paroki Yosep Waimarama dan Keuskupan Weetebula. Terima kasih atas gotong royong umat, para romo, suster, donatur, serta TNI/Polri dalam pembangunan gereja ini,” ujar Melki.

Momentum peresmian gereja ini dimanfaatkan Gubernur Melki untuk mendorong peran aktif lembaga keagamaan dalam menggerakkan ekonomi umat, sejalan dengan program unggulan Pemprov NTT, yakni One Village One Product atau OVOP.

“Saya mengajak uskup, romo, dan suster untuk bersama kita menggerakkan ekonomi umat. Gereja bisa menjadi penggerak pengembangan produk unggulan di tiap paroki, stasi, KBG maupun KUB,” jelas Melki.

BACA JUGA:  Arus Mudik Meningkat, Polisi Perketat Pengamanan di Pelabuhan Tenau Kupang

OVOP merupakan salah satu program unggulan dari Gubernur Melki Laka Lena bersama Wakilnya Johni Asadoma yang lebih fokus kepada penguatan produk-produk lokal NTT.

Melki juga menyinggung keberhasilan sinergi lintas iman dalam pengembangan ekonomi lokal. Beberapa hari sebelumnya, ia meresmikan GG Mart, toko pangan yang dikelola Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) untuk memasarkan produk UMKM jemaat.

BACA JUGA:  KSP Kopdit Swasti Sari Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Selain itu, kata Melki, ia juga baru membuka acara Lentera Ekonomi Syariah NTT-Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia, yang melibatkan komunitas pesantren.

Menurut dia, festival Lentera Ekonomi Syariah NTT bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan kolaboratif berbasis pengembangan produk-produk lokal NTT.

“Saya yakin, bila gereja, masjid, dan seluruh lembaga keagamaan ikut bergerak bersama Pemda, maka cita-cita menembus pasar nasional dan internasional dapat terwujud dengan baik,” tandasnya.***

error: Content is protected !!