KUPANG, HN – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut hanya ada satu bakal calon yang sudah resmi mendaftar sebagai Ketua Pengprov TI NTT periode 2026-2030 hingga batas akhir pendaftaran pada 17 April 2026 pukul 18.00 Wita.
Ketua TPP TI NTT, Edy Blegur, mengatakan seluruh tahapan penjaringan telah berjalan sesuai jadwal dan berpedoman pada Peraturan Organisasi (PO) yang berlaku.
“Sampai hari ini tim TPP sudah bekerja maksimal dari SK yang sudah dikeluarkan per tanggal 1 sampai tanggal 18 April 2026. Semua prosesnya sudah berjalan dengan baik sesuai Peraturan Organisasi (PO),” ujar Edy Blegur, Sabtu 18 April 2026.
Menurutnya, seluruh proses administrasi, sosialisasi, hingga tahapan pendaftaran telah dilakukan sesuai aturan. “Administrasi berjalan dengan baik dan deadline waktunya juga sudah terproses secara baik,” jelasnya.
Edy menjelaskan, TPP telah mengeluarkan surat nomor 3 pada 15 April 2026 terkait persyaratan dan pendaftaran bakal calon Ketua Pengprov TI NTT.
Selanjutnya, ada tiga pengurus cabang (pengcab) yang mengambil formulir pendaftaran. Ketiganya yakni Yeskiel Loudoe dari Kota Kupang, Ridwan Angsar dari Rote Ndao dan Fransisco Bessi dari Malaka
Namun hingga penutupan pendaftaran, hanya satu nama yang resmi mendaftar sebagai calon ketua Pengprov TI NTT periode 2026-2030.
“Sampai tanggal 17 April jam 6 sore hanya satu kandidat saja yang mendaftar sebagai calon Ketua Pengprov TI NTT, yaitu Fransisco Bessi,” tegas Edy.
Dia menambahkan, proses selanjutnya akan masuk tahap verifikasi yang dilakukan tanggal 18 hingga 19 April 2026, sedangkan pengumuman hasil verifikasi dijadwalkan tanggal 20 April 2026.
Soal dua nama atau bakal calon lain yang sempat mengambil formulir namun belum mendaftar, Edy enggan berspekulasi.
“Soal calon lain yakni Yeskiel Loudoe dan Ridwan Angsar itu saya tidak bisa berkomentar karena mereka adalah bakal calon yang belum mendaftar. Sehingga kita tidak tahu mereka itu bakal calon atau tidak,” jelasnya.
Sikapi Laporan Polisi di Polda NTT
Di tengah proses penjaringan calon ketua, muncul kabar adanya laporan ke Polda NTT terkait dugaan persoalan di internal Pengprov TI NTT.
Edy mengaku baru mengetahui informasi tersebut dan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.
“Saya juga kaget dengan persoalan ini. Saya sama sekali tidak tahu. Pada intinya pengurus hari ini dan tim TPP sudah bekerja secara maksimal dan berjalan di atas rel yang benar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris TPP TI NTT, Ivan Misa, menegaskan pihaknya menghormati apabila benar ada laporan polisi yang diajukan.
“Terkait laporan polisi, kami tim TPP sebagai warga negara yang baik pasti kami hormati proses itu,” kata Ivan.
Ia menegaskan TPP siap memberikan keterangan jika dibutuhkan aparat penegak hukum. “Apabila benar adanya laporan itu maka kami bersedia dan siap sebagai tim TPP memberikan keterangan sesuai data dan fakta yang kami miliki,” ujarnya.
Ivan juga menepis tudingan dugaan pemalsuan dokumen. Menurut dia, TPP bekerja berdasarkan PO yang diberikan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI).
“Terkait dugaan pemalsuan dokumen, itu kami tidak tahu. Tetapi PO yang menjadi dasar atau pegangan tim TPP bekerja ini adalah PO yang diberikan dari PB TI,” terangnya.
Ivan memastikan TPP tetap menjalankan mandat sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Sesuai dengan mandat dan kepercayaan yang diberikan, kami tetap bekerja sesuai dengan jadwal dan waktu yang sudah kami tentukan,” pungkasnya.***

