Situs Gua Jepang Fatusuba Bakal Jadi Ikon Wisata Sejarah di Kupang NTT

KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal menyiapkan Situs Gua Jepang di Bukit Fatusuba, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, sebagai ikon wisata sejarah.

Penataan situs peninggalan Perang Dunia II ini ditargetkan menjadi destinasi edukatif sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena menyebut penataan situs Gua Jepang merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Dia mengatakan, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur bersama BPK dan pemangku kepentingan akan melakukan penataan kawasan secara bertahap.

BACA JUGA:  NTT Kebagian Mega Proyek Usai Roadshow Gubernur Melki ke 21 Kementerian di Jakarta

“Sebagai gubernur dan wakil pemerintah pusat di daerah, kami ingin menata dan melestarikan situs ini. Gua Jepang ini menunjukan posisi strategis NTT dalam sejarah dunia, khususnya masa perang dunia II,” ujar Melki, Kamis 22 Januari 2026.

Menurut Melki, pengembangan Gua Jepang sebagai wisata sejarah sangat penting untuk memperkuat pemahaman publik tentang peran NTT di masa lalu.

Mantan anggota DPR RI ini berharap situs Gua Jepang tersebut menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, khususnya Kupang.

BACA JUGA:  Komisaris Utama Ambil Alih PT. Flobamor Pasca Berakhirnya Masa Jabatan Direksi

“Kita ingin ketika orang datang ke Kupang, salah satu tujuan wisatanya itu adalah wisata sejarah di Gua Jepang Fatusuba,” jelasnya.

Selain wisata, Gubernur Melki mendorong agar situs Gua Jepang juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.

Sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan bisa menjadikan Gua Jepang itu sebagai lokasi kunjungan belajar sejarah.

Kepala BPK Wilayah XVI NTT Haris Budiharto menjelaskan, Situs Gua Jepang merupakan bagian dari sistem pertahanan Jepang pada masa Perang Dunia II.

Berdasarkan hasil kajian arkeolog, kata dia, ada sekitar 15 gua dengan 123 titik yang tersebar di Dusun Bonen.

BACA JUGA:  Polri Dukung Isu Human Trafficking Dibahas dalam KTT ASEAN 2023

“Situs ini bukti peran strategis NTT dalam konstelasi global saat Perang Dunia II. Kami ditugaskan untuk melakukan pelestarian sekaligus pemanfaatan situs ini,” jelas Haris.

Kepala BPS NTT, Mira Kale menambahkan, pengembangan wisata sejarah Gua Jepang Fatusuba berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, terutama jika didukung infrastruktur yang memadai.

“Jika dikembangkan dengan baik, kunjungan wisata akan meningkat dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat lokal,” kata Mira.***

error: Content is protected !!