Digitalisasi Atasi Ketimpangan Layanan Publik dan Buka Akses Promosi UMKM-Wisata NTT

Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat membuka Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Jumat 25 Juli 2025 (Foto: Dok. Humas NTT)

KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut digitalisasi merupakan solusi utama untuk mengatasi ketimpangan akses layanan publik sekaligus membuka peluang promosi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di wilayah kepulauan seperti NTT.

Gubernur Melki mengatakan itu saat membuka Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Jumat 25 Juli 2025.

Pelatihan bertema “Transformasi Kepemimpinan Digital Untuk NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan” ini diikuti seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Gubernur Melki mengatakan, kondisi geografis NTT sebagai wilayah kepulauan menyebabkan tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan publik. Ia menilai transformasi digital bukan lagi sebuah opsi, melainkan kebutuhan mutlak.

BACA JUGA:  Elektabilitas Melki Laka Lena Tertinggi Ungguli Ansy Lema dan Emi Nomleni

“Program seperti Digital Leadership Academy menjadi jembatan strategis untuk mengubah tantangan geografis menjadi peluang akselerasi pembangunan,” ujar Melki.

Ia menyebut digitalisasi pemerintahan, seperti e-government dan rapat virtual, dapat memangkas biaya, meningkatkan koordinasi antardinas, serta mempercepat proses birokrasi yang selama ini terkendala oleh jarak dan waktu.

Lebih jauh, Melki menyebut digitalisasi sangat penting untuk membuka akses pasar bagi pelaku UMKM lokal dan sektor pariwisata.

Ia menyebut destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Rote masih belum optimal dalam pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan manajemen destinasi.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Usul Bentuk Gugus Tugas Awasi Calon Pekerja Migran Asal NTT

“Melalui pelatihan ini, saya berharap kita bisa memperkuat ekosistem digital di sektor publik, sekaligus menghubungkan produk lokal dan destinasi wisata kita ke pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Melki berharap seluruh peserta pelatihan dapat merancang strategi digital berbasis data yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

“Dengan tata kelola digital yang baik, masyarakat tidak lagi perlu menempuh perjalanan mahal hanya untuk mengurus administrasi atau mendapatkan layanan dasar,” katanya.

BACA JUGA:  Melki-Johni Pastikan Bangun Sekolah Vokasi dan Pusat Bibit Unggul Ternak di Sumba Barat

Gubernur Melki berterima kasih untuk Komdigi RI atas dukungan terhadap pembangunan digital NTT. Ia berharap kolaborasi semacam ini terus berlanjut demi mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Kepala Pusat Pengembangan Aparatur (PUSPA) Komdigi, Noor Iza, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kolaborasi antara PUSPA, BPSDM Komdigi, Pemerintah Provinsi NTT, serta mitra global seperti AWS dan Asosiasi Profesional Digital Indonesia (APDI).

Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen bersama meningkatkan kapasitas kepemimpinan digital bagi para pemimpin daerah di NTT, agar mampu mendorong transformasi yang inklusif dan berkelanjutan.***

error: Content is protected !!