Herry Acjhar Tinjau Lapas Waingapu hingga Cek Progres Dapur MBG

SUMBA, HN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Acjhar, meninjau Lapas Kelas IIA Waingapu, Sabtu, 24 Mei 2026.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan, pembinaan warga binaan, hingga progres pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal meski di hari libur.

Dalam inspeksi, Kakanwil memeriksa sejumlah titik di dalam lapas, mulai dari blok hunian warga binaan, area beranggang, hingga ruang penyimpanan senjata api.

Dia juga berdialog langsung dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk melihat kondisi dan pelaksanaan program pembinaan di lapangan.

BACA JUGA:  Kembangkan Bakat Siswa, GMC NTT Gelar Lomba Baca Puisi di SMAN 2 Sulamu

Ketut Akbar menyebut stabilitas keamanan sangat penting agar proses pembinaan di lapas berjalan efektif dan mampu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang siap kembali ke masyarakat.

“Lapas yang aman dan tertib sangat penting, bukan hanya bagi lingkungan pemasyarakatan tetapi juga berdampak pada rasa aman masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan petugas Lapas Waingapu yang tetap menjalankan tugas secara profesional di hari libur.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Beri Semangat Para Penyintas Erupsi Lewotobi

Kakanwil juga mengecek progres pembangunan dapur MBG di lingkungan lapas. Program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dapur MBG nantinya diproyeksikan menjadi sarana penyediaan makanan sehat sekaligus media pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Para WBP akan dilibatkan dalam pengelolaan dapur dan mendapat pelatihan keterampilan tata boga.

Menurut Ketut Akbar, program MBG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga membangun disiplin dan keterampilan warga binaan sebagai bekal setelah bebas nanti.

BACA JUGA:  Potret Buruk Pelayanan Bank BNI Cabang Waingapu

“Program MBG di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga membangun keterampilan, disiplin, dan harapan baru bagi warga binaan,” katanya.

Salah satu warga binaan mengaku termotivasi dengan adanya program tersebut karena memberi kesempatan belajar dan pengalaman baru.

“Kami merasa dihargai karena diberi kesempatan belajar dan dipercaya ikut dalam kegiatan yang bermanfaat,” jelasnya.***

error: Content is protected !!