RUPS Bank NTT Pangkas Direksi Jadi 5, Pemegang Saham Tambah Modal Rp38 Miliar

KUPANG, HN – Bank NTT memangkas jumlah direksi menjadi lima orang. Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa yang digelar Minggu 24 Mei 2026. RUPS itu juga disepakati tambahan penyertaan modal senilai Rp38 miliar.

Tambahan modal Rp38 miliar itu berasal dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Rp30 miliar, Pemerintah Kabupaten Malaka Rp5 miliar, dan Pemerintah Kabupaten Alor Rp3 miliar.

Gubernur NTT sekaligus PSP Bank NTT, Melki Laka Lena menyebut RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham bersama pihak Bank Jatim itu membahas kondisi internal perusahaan, mulai dari pengembangan aset, strategi bisnis, hingga peningkatan layanan.

BACA JUGA:  Bank NTT Buka Akses Pasar UMKM Lewat NTT Mart Online

“Diskusinya sangat bagus. Kami cek satu per satu parameter Bank NTT, baik dari sisi aset, pengembangan bisnis, hingga strategi ke depan. Kepala daerah jadi semakin memahami isi perut perbankan,” ujar Melki.

Dalam RUPS Tahunan, pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris. Pembagian dividen juga diputuskan tetap sama seperti tahun sebelumnya.

Melki meminta jajaran direksi dan komisaris mendukung program prioritas pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota di NTT. “Minimal ada satu program strategis di tiap kabupaten/kota yang didukung Bank NTT,” jelasnya.

BACA JUGA:  KPU Resmi Tetapkan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih NTT

Sementara RUPS LB, pemegang saham menyepakati penyesuaian struktur organisasi sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jumlah direksi yang sebelumnya direncanakan tujuh orang dikembalikan menjadi lima orang, sedangkan komisaris menjadi tiga orang.

RUPS juga menetapkan pejabat Direktur Kepatuhan Bank NTT yang berasal dari Bank Jatim dan telah lolos uji kelayakan OJK.

“Dia memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan dan berasal dari Bank Jatim. Rencananya akan dilantik pada Selasa pukul 14.30 Wita,” jelas Melki.

Selain itu, pemegang saham menyepakati pengusulan Rita sebagai calon Komisaris Independen untuk melengkapi struktur kepengurusan Bank NTT.

BACA JUGA:  Pemkab Belu Jadi Mitra Perdana yang Terapkan Kartu Kredit Indonesia Bank NTT

RUPS juga membuka peluang penyertaan modal dalam bentuk aset, seperti tanah, guna mendukung pengembangan bisnis Bank NTT.

Para pemegang saham optimistis keputusan itu dapat memperkuat daya saing Bank NTT dan meningkatkan kontribusi terhadap pelayanan masyarakat.

Melki turut mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT yang saat ini mencapai Rp350 miliar.

Dari total plafon tersebut, Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi pekerja migran asal NTT. “Pelaku usaha produktif yang selama ini sulit mengakses perbankan silakan memanfaatkan fasilitas ini,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!