FLOTIM, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menghadiri Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusa Tenggara (Nusra) di Keuskupan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu 2 Juli 2025.
Perpas XII Regio Gerejawi Nusa Tenggara mengusung tema “Gereja Berwajah Perantau Berziarah dalam Pengharapan Mencari Solusi Praktis Pastoral” ini berlangsung sejak tanggal 1 hingga 5 Juli 2025.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyambut baik tema yang diusung dalam Perpas XII Regio Nusra. Menurut dia, tema itu sejalan dengan isu yang tengah dihadapi NTT, yakni isu migran dan perantauan yang kerap menjadi korban eksploitasi.
Namun, kata dia, banyak pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur yang menajdi korban penipuan, perdagangan orang atau human traficking, hingga eksploitasi.
Namun ia menyoroti bahwa selama ini banyak pekerja migran asal NTT yang menjadi korban penipuan, perdagangan orang, hingga eksploitasi.
“Merantau itu hak setiap warga untuk memperbaiki hidup. Tapi tak dipungkiri, berbagai persoalan kerap muncul, mulai dari penipuan hingga eksploitasi tenaga kerja,” jelasnya.
Sebagai bentuk upaya perlindungan, Melki mengusulkan pembentukan gugus tugas pengawasan calon pekerja migran.
Gugus tugas ini, kata Gubebrnur Melki, akan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di tingkat desa dan kelurahan.
“Pemerintah Provinsi terus berupaya memperkuat sistem migrasi aman. Gugus tugas ini diharapkan menjadi ujung tombak pengawasan dan pendampingan calon pekerja migran,” ungkapnya.
Melki juga mengajak gereja untuk berkolaborasi membangun NTT dengan mengembangkan potensi unggulan daerah di berbagai sektor.
“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dalam menjawab tantangan sosial yang dihadapi masyarakat NTT,” jelasnya.
“Di titik ini, gereja dan pemerintah punya tanggung jawab yang sama besar dalam membentuk masa depan yang lebih baik bagi generasi masa yang akan datang,” tandasnya.
Diketahui, Perpas XII Regio Gerejawi Nusra dihadiri sembilan uskup yaitu Uskup Agung Kupang, Mgr Hironimus Pakaenoni, Uskup Denpasar Mgr Silvester San dan Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku.
Hadir juga Uskup Weetebula Mgr Edmundus Woga, Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden, Uskup Ruteng Mgr Maximus Regus, Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu dan Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung.
Perpas XII juga dihadiri delegasi keuskupan masing-masing, termasuk delegasi Keuskupan Pangkal Pinang, Keuskupan Sandakan, Keuskupan Keningau, dan Keuskupan Agung Kota Kinabalu.
Turut hadir utusan dari Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) utusan Mabes Polri, Pemerintah Propinsi/kabupaten dan perwakilan dari sejumlah kongregasi.***

