KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan untuk mempercepat pemulihan masyarakat Flores pascagempa. Sejumlah kebutuhan disampaikan, mulai dari tenda belajar hingga keringanan biaya pendidikan anak-anak korban gempa.
Permintaan itu disampaikan Melki saat rapat penanganan gempa bumi dan percepatan pemulihan wilayah terdampak yang dipimpin langsung Presiden Prabowo di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu 26 Agustus 2026.
Melki mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Menurutnya, aktivitas belajar mengajar harus segera kembali berjalan meski sejumlah wilayah masih terdampak bencana.
Melki meminta dukungan pemerintah pusat untuk menyediakan 500 tenda belajar. Setiap tenda ditargetkan dapat menampung sekitar 30-50 peserta didik.
“Kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali dilaksanakan. Pendidikan harus segera berjalan, bukan hanya untuk memenuhi hak anak-anak, tetapi juga membantu mengurangi trauma akibat bencana,” ujar Melki.
Menurutnya, keberadaan ruang belajar sementara penting agar anak-anak korban gempa tidak terlalu lama kehilangan akses pendidikan.
Selain kebutuhan sarana belajar, Melki juga meminta dukungan pembiayaan pendidikan bagi anak-anak terdampak gempa. Bantuan itu diharapkan mencakup siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
“Kami berharap ada keringanan atau dukungan pembiayaan pendidikan selama beberapa bulan agar keluarga korban tidak semakin terbebani,” ungkap Melki.
Melki turut menyampaikan kebutuhan pembangunan konektivitas di Flores. Salah satunya pembukaan dan pengembangan jalur Pantura Flores.
Dia mengatakan jalur utara Flores penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus distribusi bantuan. Pengalaman gempa besar 1992 menunjukkan gangguan jalur darat dapat membuat distribusi logistik harus mengandalkan transportasi udara dan laut. Melki menyebut pembukaan jalur utara Flores telah menjadi cita-cita sejak era Gubernur NTT Ben Mboi.
Menurutnya, jika jalur itu dikembangkan, manfaatnya tidak hanya untuk penanganan bencana. Jalur Pantura Flores juga dinilai dapat membuka akses produksi, pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jalur ini akan membuka akses sektor produksi, pariwisata dan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi pengungkit pembangunan dan pemerataan ekonomi di Flores,” jelasnya.
Selain pendidikan dan infrastruktur, Melki meminta adanya kebijakan khusus bagi masyarakat terdampak gempa yang memiliki kewajiban pinjaman.
Dia mengusulkan kelonggaran atau penundaan pembayaran pinjaman melalui perbankan maupun koperasi.
Perhatian juga diminta bagi warga memiliki pinjaman dengan pola pembayaran harian. Menurut Melki, skema itu berpotensi menambah beban masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Kelonggaran atau penundaan kewajiban pembayaran pinjaman bagi masyarakat terdampak, baik melalui perbankan maupun koperasi,” jelasnya.
Melki menegaskan penanganan gempa Flores tidak boleh berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah perlu memastikan proses pemulihan kehidupan masyarakat berjalan secara berkelanjutan.
Dia mengatakan kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan bantuan darurat, juga menyangkut pendidikan, konektivitas dan pemulihan ekonomi.
“Seluruh aspirasi ini kami sampaikan agar penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan kehidupan, pendidikan, konektivitas, dan ekonomi masyarakat Flores,” pungkasnya.***

