KUPANG, HN – Bank Mandiri bergerak membantu warga terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program Mandiri Peduli NTT, Bank Mandiri menggandeng tiga pemerintah provinsi untuk mempercepat penanganan dampak gempa.
Tiga pemerintah provinsi yang terlibat yakni Pemprov Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan NTT. Kolaborasi ini menjadi bagian dari kerja sama regional KR-BNN atau Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
Bank Mandiri berkoordinasi dengan pemerintah, Danantara Indonesia, BP BUMN, BPBD, serta pemerintah daerah dalam penanganan dampak gempa. Koordinasi dilakukan mulai dari memetakan kebutuhan, menyalurkan bantuan, hingga memantau kondisi di lapangan.
Sinergi tersebut melibatkan Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan Bank Mandiri yang dinilai konsisten membantu masyarakat NTT, termasuk melalui kerja sama regional KR-BNN.
“Bank Mandiri adalah salah satu mitra yang konsisten hadir mendukung Provinsi NTT, termasuk dalam kerja sama regional KR-BNN. Dukungan yang diberikan sejak awal masa tanggap darurat ini sangat bermakna bagi masyarakat, dan kami berterima kasih atas kepedulian yang terus ditunjukkan Bank Mandiri kepada NTT hingga saat ini,” ujar Melki.
Kerja sama lintas daerah itu turut mempercepat distribusi bantuan ke sejumlah titik terdampak. Sumber daya berbagai pihak juga dapat dioptimalkan untuk mempercepat respons tanggap darurat.
Gempa M 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada sejumlah wilayah. Gempa menyebabkan kerusakan bangunan serta gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi. Sebagian warga juga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Bank Mandiri kemudian bergerak menyalurkan bantuan sekaligus memastikan layanan perbankan tetap berjalan. Bantuan diprioritaskan bagi wilayah dengan dampak paling besar.
Puluhan relawan Mandirian ikut turun langsung mendistribusikan bantuan. Mereka bergerak di sejumlah daerah, antara lain Labuan Bajo, Maumere, Ruteng, Ende, Bajawa, dan Larantuka.
Bantuan yang dibawa berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar. Di antaranya beras, minyak goreng, mi instan, gula, kopi, teh, telur, air mineral, roti, susu, makanan ringan, minuman energi, tenda, alas, popok bayi, obat-obatan, dan selimut. Kebutuhan bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Regional CEO Bank Mandiri Region XI/Bali dan Nusa Tenggara Alexander Jonathan Patty mengatakan Mandiri Peduli NTT merupakan bentuk kepedulian Bank Mandiri kepada masyarakat terdampak bencana.
“Kami turut berduka dan prihatin atas apa yang dialami masyarakat NTT. Melalui Mandiri Peduli NTT, kami bersama relawan Bank Mandiri terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan BPBD serta berbagai pihak agar bantuan dapat disalurkan secara cepat, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Alex, Kamis 20 Agustus 2026.
Alex mengatakan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Menurutnya, koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan agar bantuan tidak hanya cepat sampai, tetapi juga sesuai kebutuhan warga.
“Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh dukungan pada masa tanggap darurat,” jelasnya.
Di tengah penyaluran bantuan, Bank Mandiri juga memastikan keselamatan pegawai dan keberlangsungan operasional layanan perbankan di wilayah terdampak.
Manajemen terus memantau kondisi pegawai, kantor, serta jaringan layanan. Hal ini dilakukan agar kebutuhan transaksi nasabah tetap dapat dilayani selama masa tanggap darurat.
Layanan digital Bank Mandiri juga dipastikan tetap dapat digunakan. Layanan tersebut mencakup Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, Livin’ Merchant, ATM, hingga EDC. Dengan demikian, aktivitas transaksi masyarakat dan nasabah tetap dapat berjalan di tengah situasi bencana.
Bank Mandiri memberikan perhatian khusus kepada sejumlah wilayah terdampak. Di antaranya Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai Timur.
Selain menyalurkan bantuan pokok, relawan Mandirian turut mendukung operasional posko pengungsian. Mereka juga membantu memenuhi kebutuhan logistik petugas yang berada di lokasi terdampak.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri memastikan bantuan tidak berhenti pada distribusi logistik, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat dan petugas di lapangan.
Program Mandiri Peduli NTT merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri sekaligus bagian dari Mandiri untuk Negeri.
Melalui program tersebut, Bank Mandiri berupaya hadir dalam situasi darurat dan mendukung masyarakat hingga memasuki tahap pemulihan.
“Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, dan Bank Mandiri akan terus hadir mendampingi hingga kondisi berangsur pulih,” pungkas Alex.***

