SIKKA, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena meminta tim SAR mempercepat pencarian dan evakuasi korban gempa Flores yang masih terjebak di dalam bangunan. Penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas pemerintah dalam masa tanggap darurat.
Melki mengatakan itu saat meninjau penanganan dampak gempa di Flores, Sabtu (15/8/2026). Ia meminta seluruh unsur penanganan bencana bergerak cepat, terutama untuk memastikan korban yang masih terjebak dapat segera dievakuasi.
“Tim SAR itu mereka bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan,” ujar Melki.
Selain proses pencarian dan evakuasi, pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Masyarakat yang rumahnya tidak dapat ditempati diminta mendapat akses makanan dan minuman yang memadai selama mengungsi.
“Memastikan bahwa makan minum dari seluruh korban yang hari ini mereka mengungsi karena memang rumahnya tidak bisa dipakai, itu harus bisa makan minum dengan baik,” ujarnya.
Melki mengatakan kebutuhan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak juga menjadi perhatian. Pemerintah akan memastikan ketersediaan tenda dan selimut bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dia meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana tidak menunggu bantuan dari luar apabila kebutuhan mendesak sudah tersedia di daerah.
Menurutnya, percepatan penanganan di lapangan diperlukan agar masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Melki juga menanggapi kemungkinan penetapan gempa Flores sebagai bencana nasional. Ia mengatakan Pemprov NTT akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait status tersebut.
“Karena penentuan bencana nasional itu ada di pemerintah pusat. Tapi sekali lagi data ini akan kami gambarkan apa adanya, nanti biarkan pemerintah pusat yang memutuskan,” jelasnya.
Untuk status bencana provinsi, Melki memastikan proses penetapannya telah dilakukan oleh Pemprov NTT.
“Kalau usulkan pasti kami bisa usulkan. Tapi sekali lagi kewenangan kami untuk ini menjadi bencana provinsi sudah kami proses, jadi ini sekarang diproses untuk menjadi bencana provinsi,” terangnya.
Sementara keputusan mengenai status bencana nasional sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Melki mengatakan pemerintah pusat juga dijadwalkan mengirimkan jajaran terkait untuk melihat langsung kondisi wilayah terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.***

