KUR BRI Bantu Ansi Kembangkan Kios Sembako hingga Punya 4 Titik di Kupang

KUPANG, HN – Berawal dari kios sembako sederhana dengan stok barang terbatas, Ansi perlahan mengembangkan usahanya hingga kini memiliki empat titik usaha di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tiga kios miliknya berada di Kelurahan Naimata, sedangkan satu titik lainnya berada di kawasan Jalur 40, Kota Kupang. Usaha yang telah dijalankan sekitar tiga tahun itu kini menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi keluarganya.

Perkembangan usaha Ansi tidak terlepas dari dukungan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebagai nasabah BRI selama sekitar 10 tahun, ia memanfaatkan fasilitas KUR secara bertahap untuk memperkuat modal dan menambah stok barang dagangan.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya kios sembako biasa. Tapi saya ingin kios ini bisa lebih lengkap, supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain,” ujar Ansi, Senin 10 Agustus 2026.

Ansi mengaku keputusan mengembangkan kios bermula dari keinginannya menyediakan lebih banyak kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat di sekitar tempat usahanya.

BACA JUGA:  Polda NTT Imbau Masyarakat Waspada TPPO, Modus Kerja di Luar Negeri dengan Gaji Besar

Untuk merealisasikan rencana tersebut, ia memanfaatkan fasilitas KUR BRI. Pinjaman yang diajukan awalnya sebesar Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp50 juta.

Modal tersebut digunakan secara bertahap untuk menambah persediaan barang sekaligus memperluas usaha.

Bagi Ansi, ketersediaan stok menjadi salah satu kunci mempertahankan pelanggan. Semakin lengkap barang yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat menjadikan kiosnya sebagai tempat berbelanja kebutuhan rumah tangga.

“Perjalanan membangun kios sembako ini sangat panjang. Namun, karena dukungan petugas dari BRI, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” jelasnya.

Seiring meningkatnya aktivitas usaha, kios Ansi mulai memiliki pelanggan tetap dari lingkungan sekitar. Barang yang dijual pun semakin beragam, mulai dari beras, minyak goreng hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya mengembangkan kios sembako, Ansi kini juga dipercaya menjadi agen BRILink. Layanan tersebut baru dijalankannya sekitar dua bulan.

Kehadiran agen BRILink membuat aktivitas usaha Ansi sekaligus menjadi bagian dari layanan keuangan bagi masyarakat di sekitar tempat tinggal dan lokasi usahanya.

BACA JUGA:  Bupati Lembata Janji Copot Kadis Yang Tersandung Kasus Hukum

Selain akses pembiayaan, Ansi juga mengaku memperoleh manfaat dari pendampingan BRI. Pendampingan itu membantu dirinya memahami pengelolaan usaha, termasuk mengatur kebutuhan stok, menjaga perputaran modal hingga melihat peluang berdasarkan pola belanja masyarakat.

Bagi Ansi, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus membuka peluang ekspansi.

Penghasilan yang semakin stabil juga memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi keluarganya. Ia merasa lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memastikan pendidikan anak tetap berjalan. “Selama di Kupang, BRI sudah banyak membantu saya,” tuturnya.

Karena itu, Ansi masih ingin memanfaatkan fasilitas KUR apabila mendapat kesempatan untuk kembali memperoleh pembiayaan tersebut. “Selagi masih ada dana KUR, pasti saya akan mengajukan terus untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Ansi berharap usaha yang dibangunnya dapat terus berkembang dan memberikan kehidupan ekonomi yang semakin baik bagi keluarganya.

Dukungan terhadap pelaku usaha kecil terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengembangkan usaha dari skala mikro. “Semoga BRI tetap jaya dan terus membantu masyarakat,” pungkas Ansi.

BACA JUGA:  Herman Yoseph Fernandez Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional dari Flores

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro dan kecil melalui akses pembiayaan sekaligus pendampingan sesuai kebutuhan usaha.

“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Menurut Hery, perjalanan Ansi menjadi gambaran bahwa usaha yang dimulai secara sederhana tetap memiliki peluang berkembang ketika dikelola dengan perencanaan dan akses permodalan yang tepat.

“Setiap pelaku usaha memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. BRI akan terus berupaya memberikan layanan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” tandasnya.***

error: Content is protected !!