SIKKA, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan penanganan infrastruktur yang terdampak gempa bumi di wilayah Flores dipercepat. Sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan longsoran mulai ditangani pemerintah.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Dinas PUPR kabupaten di wilayah Flores.
Melki memastikan pemerintah bergerak untuk membuka kembali akses masyarakat yang terdampak bencana, terutama pada ruas jalan yang mengalami longsor akibat gempa.
Di Kabupaten Sikka, salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan adalah Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ende.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga melakukan pemulihan sejumlah layanan dasar masyarakat yang terdampak gempa.
Pemulihan jaringan listrik terus dilakukan. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan pasokan listrik mulai kembali mendapatkan aliran listrik secara bertahap.
Hal serupa dilakukan terhadap jaringan telekomunikasi. Pemulihan jaringan komunikasi terus dikebut agar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali memperoleh akses komunikasi.
Melki menegaskan seluruh sumber daya pemerintah akan dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan pascagempa.
“Seluruh sumber daya pemerintah dan unsur Forkopimda akan dikerahkan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat,” ujar Melki, Sabtu 15 Agustus 2026.
Ruas jalan yang terdampak longsoran menjadi salah satu perhatian utama karena menyangkut akses mobilitas warga sekaligus distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Pemerintah melalui jajaran teknis di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan.***

