DIY Provinsi Pertama yang Bantu Living Cost Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

YOGYAKARTA, HN – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memberikan bantuan khusus untuk biaya hidup atau living cost mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa Flores.

Bantuan diberikan setelah gempa yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada keluarga sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, mengapresiasi DIY usai menerima bantuan secara simbolis dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu 19 Agustus 2026.

“Sepengetahuan kami, Provinsi DIY adalah provinsi pertama yang memang memberikan bantuan khusus untuk mahasiswa, untuk cost living-nya,” ujar Florida.

Menurut Florida, perhatian itu penting karena mahasiswa yang berada di Yogyakarta ikut menghadapi dampak bencana ketika keluarga mereka di NTT kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan rumah, atau kesulitan mengirimkan biaya hidup.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Imbau Warga Tetap Waspada Terhadap Potensi Gempa Susulan

Pendataan sementara mencatat sekitar 545 mahasiswa NTT di Yogyakarta terdampak gempa. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan terus dilakukan.

Di wilayah NTT yang terdampak, kebutuhan bantuan masih cukup besar. Florida mengatakan tenaga kesehatan, tenda, dan makanan siap saji menjadi beberapa kebutuhan mendesak masyarakat.

Pemprov NTT juga membuka posko di Yogyakarta dan Jakarta untuk mengumpulkan bantuan. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan ke daerah terdampak melalui jaringan diaspora NTT.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, kata Florida, telah menghubungi Sri Sultan untuk menyampaikan apresiasi atas bantuan kepada mahasiswa NTT.

“Beliau menyampaikan, begitu nanti selesai penyerahan bantuan, beliau akan mengucapkan terima kasih kepada Ngarsa Dalem, karena memang sahabat lama,” kata Florida.

Sesepuh NTT di DIY, Moris Sarumaha, mengatakan BPBD DIY menjadi pihak pertama yang menghubungi komunitas mahasiswa dan masyarakat NTT untuk mengetahui kondisi mereka.

Pendataan kemudian ditindaklanjuti dengan keterlibatan Tim Reaksi Cepat BPBD DIY. “Jadi kami sangat berterima kasih bahwa yang paling respons pertama adalah dari DIY,” kata Moris.

BACA JUGA:  PAN NTT Salurkan 5.000 Paket Sembako ke 6 Wilayah Terdampak Gempa Flores

Dia juga memastikan warga NTT di Yogyakarta akan tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan tempat mereka tinggal.

“Kami tetap menjadi orang-orang Jogja yang berasal dari NTT yang selalu akan menjaga kondusifitas Yogyakarta,” jelasnya.

Vansianus Masir, mahasiswa semester delapan APMD asal Desa Wangkarweli, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, mengatakan keluarganya termasuk yang terdampak.

Ia mendapat informasi bahwa lima rumah di kampungnya mengalami kerusakan parah. Longsor juga membuat sejumlah rumah retak dan tiga rumah harus ditinggalkan penghuninya.

Komunikasi dengan keluarganya sempat terputus setelah gempa. Vansianus terakhir berbicara dengan ibunya pada pagi hari setelah gempa.

Setelah jaringan komunikasi kembali sulit diakses, ia memperoleh kabar bahwa keluarganya selamat melalui seorang teman di daerah tersebut.

Namun, dampak ekonomi bencana tetap ia rasakan. Sejak gempa terjadi, Vansianus belum menerima kiriman biaya dari keluarganya. “Sehingga saya merasa berterima kasih sekali kepada Pemda DIY karena peduli dengan kami,” jelasnya.

BACA JUGA:  Melki Ajak Solar Chapter Indonesia Perluas Program Air Bersih ke Desa Rawan Stunting di NTT

Selain bantuan biaya hidup, Pemda DIY menyiapkan bantuan pangan untuk mahasiswa NTT terdampak hingga Desember 2026. Bantuan itu terdiri dari beras sebanyak 405 kilogram per bulan, telur, abon ayam, dan mi instan.

Pemda DIY juga telah mengeluarkan Surat Edaran kepada perguruan tinggi di Yogyakarta untuk memberikan keringanan atau kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak bencana NTT.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan perhatian terhadap mahasiswa dari daerah yang mengalami bencana merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan mereka tetap dapat menjalani pendidikan di Yogyakarta.

Setiap kali bencana terjadi di daerah asal mahasiswa, kata Sri Sultan, Pemda DIY berupaya mengetahui kondisi mahasiswa yang sedang belajar di Yogyakarta.***

error: Content is protected !!