Hukrim  

UPG-KAI Desak Polisi Segera Umumkan Hasil Autopsi Yedri Bekliu

KUPANG, HN – Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 1945) NTT bersama Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) NTT mendesak pihak kepolisian segera mengumumkan hasil autopsi mahasiswi semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Yerdi Efrosina Bekliu yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Korban diketahui merupakan mahasiswi asal Desa Muna, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang ditemukan meninggal Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WITA.

Ketua BPH BP PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., mengatakan pihak kampus bersama keluarga meminta dilakukan autopsi karena ditemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban.

“Hari ini kami ingin sampaikan terkait kasus kematian mahasiswi UPG yang meninggal dunia. Kasus kematian korban ini tidak wajar,” ujar Dr. Semuel Haning, Senin 18 Mei 2026.

Menurut dia, keputusan autopsi merupakan hasil kesepakatan keluarga dan kampus setelah adanya usulan dari pihak kepolisian.

BACA JUGA:  Sam Haning Minta Dosen Tidak Persulit Proses Penulisan Skripsi Mahasiswa

“Ada hal yang janggal. Ada memar di pipi kanan, mulut, testa dan bagian vital. Karena itu autopsi harus segera dilakukan supaya membuat terang kematian mahasiswa ini,” jelasnya.

Dia menegaskan, hingga sepekan setelah kematian korban, pihak keluarga maupun kampus belum juga memperoleh informasi terkait hasil autopsi.

Karena itu, kata dia, UPG 1945 NTT menggandeng DPD KAI NTT untuk bersama-sama mengawal proses hukum dan meminta kepastian dari pihak kepolisian.

“Kami juga menggandeng KAI NTT untuk bersama-sama mencari tahu di kepolisian tentang sebab kematian ini. Karena sudah satu minggu belum ada informasi yang jelas,” ungkapnya.

Dia mengingatkan pihak kepolisian tidak lamban dalam menangani kasus tersebut karena dikhawatirkan memicu aksi massa dari mahasiswa.

“Sangat dikhawatirkan terjadi aksi yang mengganggu kinerja kepolisian. Maka saya harap Kapolresta jangan diam dan tidur dalam masalah ini,” tegasnya.

BACA JUGA:  Adhitya Optimis Terdakwa Randy Dijatuhi Hukuman Sesuai Tuntutan JPU

Menurut Semuel, apabila tidak ada penjelasan resmi dari kepolisian, mahasiswa UPG 1945 NTT dan sejumlah aliansi di Kota Kupang berpotensi turun ke jalan.

“Bisa saja seluruh aliansi dan 4.000 mahasiswa UPG demo. Jadi saya minta jangan main-main dengan kasus ini,” ujarnya.

Ia mengecam keras pihak yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia. “Saya kutuk keras pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia,” tandasnya.

Ketua DPD KAI NTT, Erryc Save Oka Mamoh, menyebut pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, ia meminta polisi segera memberikan penjelasan terkait hasil autopsi korban.

“Kami harap polisi secepatnya memberikan penjelasan mengenai hasil autopsi karena sudah satu minggu. Secepatnya sehingga bisa membuat terang kasus ini,” ungkapnya.

Menurut Erryc, keterbukaan informasi penting dilakukan agar tidak muncul berbagai spekulasi di media sosial terkait kematian korban.

“Kami menghargai proses di kepolisian, tetapi setidaknya berikan kami kepastian supaya kasus ini tidak liar di media sosial,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sadis! Sapi Milik Warga Amarasi Dicuri Lalu Dipotong di Tempat, Pelaku Hanya Sisakan Usus

Dia menambahkan, pihaknya dijadwalkan mendatangi Polresta Kupang Kota untuk meminta perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Besok kami ke Polresta Kupang Kota untuk mencari informasi tentang kematian ini. Jangan sampai ada aksi-aksi dari kampus dan aliansi di Kota Kupang,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UPG 1945 NTT, Simson Lasi, menyebut kampus akan membentuk tim khusus untuk mendampingi proses pengungkapan kasus kematian korban.

“Kami sepakat bahwa kematian adik kita ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Orang tua sudah menitipkan dia kepada kami,” ujarnya.

Menurut Simson, pihaknya menilai kasus kematian korban memiliki banyak kejanggalan sehingga perlu dikawal secara serius.

“Kami akan bentuk tim dan dampingi kasus ini sampai terungkap. Kasus ini sangat janggal sehingga kami akan kerja tim membantu polisi mengungkap kasus ini,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!