Melki Sebut 4 Staf Lama yang Diganti Tetap Diakomodir di KONI NTT

Melki Laka Lena (Foto: Cep)

KUPANG, HN – Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, buka suara soal polemik pergantian empat staf di Sekretariat KONI yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Melki menegaskan, pergantian itu merupakan bagian dari evaluasi rutin organisasi dan tidak berkaitan dengan konflik internal maupun kepentingan politik seperti isu yang berkembang.

“Ini bukan persoalan besar. Setiap tahun memang ada evaluasi dan penyegaran organisasi,” kata Melki kepada wartawan di Kupang, Senin 18 Mei 2026.

Dia menjelaskan, dari enam staf lama yang sebelumnya bertugas di sekretariat, dua orang masih dipertahankan. Sementara empat lainnya diganti untuk memberi ruang kepada tenaga baru.

BACA JUGA:  Bank NTT Salurkan CSR Rp250 Juta Dukung Gelaran Event ETMC XXXIV Ende

Menurut Melki, langkah itu merupakan bagian dari upaya regenerasi di tubuh organisasi. “Yang lama dari enam tinggal dua, lalu masuk empat orang baru. Ini bagian dari penyegaran supaya yang muda-muda juga bisa masuk,” jelasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang menyebut pergantian dilakukan secara sepihak dan sarat kepentingan tertentu.

Melki bahkan menegaskan tidak ada persoalan serius yang melatarbelakangi keputusan itu. “Tidak mungkin kita buang orang kalau tidak ada hal luar biasa. Ini cuma penyegaran biasa saja,” jelasnya.

Meski diganti dari posisi sebelumnya, Melki memastikan empat staf lama tetap akan diakomodir di posisi lain dalam lingkungan KONI NTT.

BACA JUGA:  Misi Kemanusiaan Pertemukan Uskup Larantuka dan Melki Laka Lena di Posko Penyintas Erupsi Lewotobi

Karena itu, ia mengaku heran isu tersebut berkembang menjadi polemik di ruang publik. “Empat orang ini rencananya nanti akan diatur di tempat lain supaya ada penyegaran. Jadi saya juga bingung kenapa tiba-tiba jadi ramai begini,” ujar Melki.

Di tengah polemik itu, muncul pula isu bahwa staf baru yang masuk merupakan orang dekat gubernur dan berasal dari partai politik tertentu. Namun Melki membantah tudingan tersebut.

Ia mengatakan staf baru berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kader partai hingga aktivis. “Satu dari Gerindra, satu Demokrat, satu Golkar, dan satu aktivis. Jadi isu yang berkembang ini terlalu banyak dan membuat persoalan sederhana jadi rumit,” terangnya.

BACA JUGA:  Semuel Haning Apresiasi Gebrakan Pemprov NTT Soal Bonus Atlet PON 2024

Melki menegaskan, penunjukan staf baru didasarkan pada kemampuan bekerja, bukan faktor kedekatan pribadi ataupun afiliasi politik. “Mau dekat atau jauh, yang penting kalau dia bagus dan bisa kerja, ya masuk dan kerja. Itu saja,” tandasnya.

Terlepas dari polemik yang berkembang, Melki memastikan fokus utama KONI NTT saat ini tetap tertuju pada persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia menyebut jajaran pengurus akan mengikuti rapat lanjutan di Jakarta pada 20-21 Mei mendatang guna membahas pembagian lokasi pelaksanaan PON di dua provinsi serta berbagai aspek teknis persiapan lainnya.***

error: Content is protected !!