AYO Dorong Skema Permodalan Khusus untuk Petani Lahan Kering di NTT

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan saat memberikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang (Foto: Ist)

KUPANG, HN- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan (AYO) mendorong skema permodalan khusus untuk petani lahan kering di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

AYO mengatakan itu saat kuliah umum bertajuk “Politik Pangan dan Masa Depan Petani Lahan Kering NTT” di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Kamis 5 Maret 2026.

Politisi Partai Amanat Nasional ini menilai politik pangan tidak boleh dimaknai semata sebagai kebijakan distribusi dan stabilisasi harga.

Menurutnya, politik pangan harus menjadi strategi jangka panjang memperkuat produksi dalam negeri, terutama di daerah dengan tantangan geografis seperti NTT.

“Petani lahan kering tidak boleh terus berada di pinggiran kebijakan. Mereka harus menjadi pusat perhatian dalam perumusan politik pangan nasional,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wagub Johni Minta Masyarakat Kurangi Konsumsi Pinang, Rokok dan Miras

Dia menyebut, potensi lokal seperti jagung, sorgum, dan komoditas lainnya harus dioptimalisasikan sesuai dengan karakteristik lahan kering NTT.

“Karena pendekatan pembangunan pertanian di wilayah timur Indonesia tidak bisa disamakan dengan daerah lain yang memiliki sistem irigasi memadai,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, sangat penting melakukan investasi di teknologi pertanian berbasis iklim, penguatan akses modal, serta jaminan harga yang adil bagi petani.

“Tanpa keberpihakan anggaran dan regulasi atau aturan yang konsisten, maka petani lahan kering akan tetapi menghadapi siklus kerentanan ekonomi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bank NTT Buka 1400 Rekening untuk Peserta BPJS Naker di Kota Kupang

AYO menjelaskan, dalam konteks ketahanan pangan nasional, ketergantungan terhadap impor bukan solusi jangka panjang.

Pemerintah pusat dan daerah juga harus bersinergi untuk memperkuat cadangan pangan domestik melalui peningkatan produksi lokal.

“Undana harus jadi laboratorium bagi pengembangan pertanian lahan kering. Risetnya harus menyentuh sawah dan kebun rakyat,” jelasnya.

Ketua DPW PAN NTT ini menyebut siap membuka ruang komunikasi antara Undana Kupang dan kementerian teknis untuk mendukung program pengembangan pertanian di NTT.

Dia berharap Undana tidak hanya mencetak sarjana pertanian, tetapi juga melahirkan inovator dan wirausaha muda di bidang agroteknologi yang mampu mengubah wajah pertanian lahan kering menjadi lebih modern dan berdaya saing.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unwira Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos

“Jika kampus bergerak, kebijakan berpihak, dan petani diperkuat, maka masa depan pertanian lahan kering NTT akan lebih cerah,” terangnya.

Masa depan petani lahan kering NTT sangat bergantung pada sinergi antara dunia akademik, legislatif, dan masyarakat untuk membangun sistem pangan yang adil dan berkelanjutan.

AYO turut mendorong generasi muda dan akademisi untuk terlibat aktif dalam riset dan inovasi pertanian yang relevan dengan kondisi daerah.

“Politik pangan harus berpihak. Jika tidak, petani lahan kering akan terus menjadi korban kebijakan yang tidak kontekstual,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!