SUMBA, HN – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mulai menguji coba Sistem Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online berbasis Cash Management System (CMS) bersama Bank NTT.
Uji coba ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang berlangsung di Kupang, Sabtu 1 Maret 2026.
Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan penerapan SP2D Online berbasis CMS merupakan langkah strategis mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan daerah.
“Transformasi ini adalah bagian dari komitmen kami membangun tata kelola yang modern dan akuntabel,” ujar Ratu.
Menurutnya, sistem ini diharapkan membuat proses pencairan dana dan pengendalian belanja daerah menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau secara real time.
Pemkab SBD juga menargetkan pola penyerapan anggaran yang lebih terukur. Pemerintah daerah mematok penyerapan anggaran sebesar 20 persen pada triwulan pertama, 50 persen pada triwulan kedua, lebih dari 80 persen pada triwulan ketiga, hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun anggaran.
Dengan integrasi sistem keuangan daerah dan perbankan, aliran dana ke berbagai program prioritas diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar hingga peningkatan pelayanan publik.
Pemkab SBD juga menyebut sangat penting menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung digitalisasi tersebut.
“Aparatur diharapkan mampu mengoperasikan sistem secara profesional agar transformasi keuangan daerah berjalan optimal,” jelasnya.***

