Bale Nagi Brewing Contoh Hilirisasi Produk Lokal NTT, Sejalan Program OVOP

KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi tim Bale Nagi Brewing di Rumah Jabatan Gubernur, Minggu 15 Februari 2025 malam.

Inisiatif microbrewery asal Labuan Bajo itu dinilai menjadi contoh nyata hilirisasi produk lokal yang sejalan dengan program One Village One Product (OVOP) di Nusa Tenggara Timur.

Pertemuan itu membahas pengembangan craft beer berbasis bahan baku lokal seperti sorgum, kopi, nanas, jahe, sereh, beras, dan kakao, yang dinilai berpotensi memperkuat ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan kerja baru di NTT.

Bale Nagi Brewing merupakan microbrewery yang mengangkat cita rasa lokal melalui teknik pembuatan bir modern.

Nama “Bale Nagi” sendiri berasal dari bahasa Lamaholot yang berarti “pulang kampung”. Semangat kembali untuk mengembangkan potensi daerah.

BACA JUGA:  157 Rider Ramaikan Drag Bike Gubernur NTT, Bupati Sumba Timur dan Umbu Rudi Cup 2025

Tim Bale Nagi Brewing yang hadir antara lain Martha Weruing, Casey Dixon, Dicky Senda, dan Viol. Mereka memaparkan hasil riset dan pengembangan produk craft beer berbasis hasil bumi lokal.

Martha Weruing, diaspora asal NTT, Lamaholot yang sebelumnya menetap di Perth, Australia kini berkarya di Labuan Bajo, menjelaskan inisiatif ini lahir dari semangat untuk menggabungkan nilai-nilai lokal NTT dengan teknologi dan kultur pembuatan bir dari Australia.

“Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga membawa cerita tentang tanah dan hasil bumi NTT. Semua varian yang dikembangkan selalu menggunakan bahan utama dari daerah ini, terutama sorgum,” ungkap Martha.

BACA JUGA:  Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di NTT Dukung Melki-Johni di Pilgub 2024

Casey Dixon, yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pembuatan bir, menambahkan bahwa saat ini timnya telah menyiapkan empat hingga lima varian produk craft beer yang siap dikembangkan lebih lanjut.

Dia menyebut sangat penting pemetaan potensi hasil bumi dari setiap daerah di NTT untuk menjadi bahan baku produksi.

Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi dan mendukung penuh karya kreatif ini. Menurutnya, inisiatif seperti Bale Nagi Brewing sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTT untuk mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal dan mendukung gerakan One Village One Product (OVOP).

“Pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung kerja kreatif yang berbasis pada bahan dan budaya lokal. Ini bukan sekadar produk minuman, tetapi juga simbol bagaimana anak muda NTT, termasuk diaspora, dapat berkontribusi membangun daerahnya dengan inovasi dan ilmu pengetahuan,” ujar Gubernur.

BACA JUGA:  Masjid KH Ahmad Dahlan Kupang Bagikan Daging Kurban Langsung ke Rumah Warga

Dalam audiensi tersebut dibicarakan juga pentingnya pendekatan Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) dalam pengembangan pangan lokal, agar produk-produk kreatif seperti craft beer dapat bersaing di pasar nasional dan internasional dengan tetap menjaga karakter lokal.

Ke depan, Bale Nagi Brewing akan melanjutkan proses perizinan produksi dan penjualan terbatas, sambil memperluas kolaborasi dengan petani, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif di seluruh Flores dan NTT.***

error: Content is protected !!