KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT periode 2026–2030.
Melki terpilih dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Minggu 8 Februari 2026.
Musprov KONI NTT dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta jajaran pengurus KONI, unsur pemerintah daerah, dan perwakilan cabang olahraga (cabor).
Melki terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan mayoritas peserta Musprov. Tidak ada calon lain yang mengajukan diri hingga proses penjaringan ditutup.
Ketua Umum KONI NTT periode 2021-2025, Josef Nae Soi, mengatakan, ia memang tidak lagi terpilih, namun sejak awal menjabat, ia ingin menjadikan NTT sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
“Waktu saya terima jadi Ketua KONI, saya punya komitmen bahwa NTT ini harus jadi tuan rumah PON XXII 2028,” ujar Josef Nae Soi.
Mantan Wakil Gubernur NTT itu menegaskan, seluruh cabang olahraga harus berada dalam satu garis komando di bawah KONI demi prestasi dan sukses penyelenggaraan PON.
“Semua cabor harus berkolaborasi dengan KONI, bukan yang lain. Saat saya terima jabatan ini, hanya KONI yang jadi acuan. Satu komando, yaitu KONI,” tegasnya.
Nae Soi menegaskan, perjuangan meraih prestasi olahraga tidak mudah dan membutuhkan dukungan bersama seluruh elemen daerah.
“Mari kita dukung bersama NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028. Kita juga harus mendukung pengurus KONI yang baru agar sukses menyelenggarakan PON nanti,” jelasnya.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, mengapresiasi kepemimpinan Josef Nae Soi selama memimpin KONI NTT.
Dia menyebut perjuangan Nusa Tenggara Timur untuk terpilih menjadi tuan rumah PON 2028 bukanlah perjalanan mudah.
“Perjalanan NTT di bawah kepemimpinan Pak Josef sangat panjang. Beliau tokoh yang betul-betul berjuang agar NTT bisa jadi tuan rumah PON 2028,” ungkapnya.
Marciano mengatakan, Josef Nae Soi bahkan berkeliling ke hampir seluruh provinsi untuk mencari dukungan agar PON 2028 digelar di NTT dan NTB.
KONI Pusat, lanjut Marciano, tetap berpegang pada proses yang telah dilalui NTT dan NTB sebagai tuan rumah, meski sempat ada permintaan dari sejumlah provinsi agar status tuan rumah dialihkan.
“KONI Pusat berpegang penuh pada proses yang sudah dilakukan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028,” tegasnya.
Ia menjelaskan, cabang olahraga yang belum memiliki venue di NTT maupun NTB akan dipertandingkan di Jakarta, namun tetap mengusung nama PON NTT-NTB 2028.
“Jadi bukan PON NTT, NTB dan DKI. Tetap PON NTT-NTB,” jelas Marciano.
Marciano berharap Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI NTT berjalan tertib dan menjadi contoh yang baik bagi daerah lain.
“Kita mau jadi tuan rumah PON, bagaimana kalau Musprov kita saja berjalan berantakan. Kita harus jadi contoh yang baik,” katanya.
Marciano menegaskan olahraga adalah sarana pemersatu dan kunci utama untuk meraih prestasi adalah kekompakan.
“Kalau kita mau berprestasi, kita harus kompak. Olahraga ini salah satu sarana untuk mempersatukan kita semua,” ungkapnya.
Meski tidak lagi menjabat Ketua KONI NTT, Marciano memastikan Josef Nae Soi akan ditarik menjadi salah satu pengurus KONI Pusat.
“Walaupun pa Josef Nae Soi tidak jadi Ketua KONI NTT, saya akan tarik dia menjadi salah satu pengurus di KONI pusat,” pungkasnya.***

