KUPANG, HN – Publik Nusa Tenggara Timur kini menantikan keputusan resmi mengenai direksi definitif Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT untuk periode 2025–2029.
Proses ini masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah lebih dari setahun bank daerah itu dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).
Seleksi direksi Bank NTT berlangsung sejak Mei hingga Juni 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar pada 13 Mei 2025, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama pemegang saham menetapkan sejumlah nama calon direksi untuk diajukan ke OJK.
Calon yang diajukan antara lain, calon Direktur Utama Charlie Paulus dan Yohanis Landu Praing. Calon Direktur Umum dan SDM Rahmat Saleh Bobby.
Calon Direktur Kredit, Alo Geong, calon Direktur Informatika dan Teknologi, Sonny Pelokila, calon Direktur Treasury dan Keuangan: Heru (Bank Artha Graha), dan calon Direktur Dana: Siti Aksa.
Sejumlah nama calon komisaris juga telah diajukan dan beberapa di antaranya sudah melalui tahap fit and proper test di OJK.
Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Melki Laka Lena menyoroti dividen Bank NTT yang dinilai kecil meskipun bank memiliki aset sekitar Rp16 triliun.
Ia menyebut, salah satu penyebab lemahnya dividen adalah adanya kepentingan politik yang masih mengikat dalam pengelolaan BUMD tersebut.
“Lebih baik kita serahkan kepada perbankan dan ekonom profesional. Nanti kami ambil manfaatnya di dividen,” tegasnya.
Masa jabatan direksi baru 2025–2029 dianggap krusial untuk transformasi digital, ekspansi layanan, serta peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Gubernur Melki bersama para pemegang saham berharap kepemimpinan baru dapat membawa Bank NTT menjadi lebih profesional dan bebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok.
Frans Gana, Ketua Komite Remunerasi Nasional Bank NTT, memastikan semua nama calon direksi dan komisaris sudah diajukan ke OJK sejak Juni 2025. Ia menambahkan, proses fit and proper test diperkirakan dilakukan pada Agustus 2025.
Keputusan OJK mengenai direksi definitif Bank NTT akan menjadi penentu arah baru bank daerah tersebut.
Masyarakat NTT kini menunggu kepemimpinan yang mampu memperkuat posisi Bank NTT di tengah persaingan perbankan nasional dan mendukung visi ekonomi daerah yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma.***

