YTBN, TNI AL dan Pemprov NTT Bantu Bangun Pipa Air 6,2 Km untuk Warga 10 Desa di Adonara

KUPANG, HN – Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berkolaborasi membangun jaringan pipa air bersih sepanjang 6,2 kilometer di Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur.

Proyek ini menyasar kebutuhan air bersih bagi warga 10 desa yang selama ini menghadapi krisis air akibat infrastruktur yang rusak dan sumber air yang tidak layak konsumsi.

Rencana kolaborasi ini dibahas dalam audiensi antara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran YTBN, dan Komandan Lantamal VII Kupang, Laksamana Pertama TNI Irwan S.P. Siagian, M.Tr. Opsla, Kamis 3 Juli 2025.

BACA JUGA:  Komisi XIII DPR RI Tinjau Lapas Kupang, Serap Aspirasi dan Dukung Produktivitas Warga Binaan

Masyarakat Ile Boleng selama ini hanya mengandalkan sumber air yang tercemar sulfur dan kapur. Pipa distribusi lama sudah tidak berfungsi optimal akibat usia.

Situasi ini mengganggu kesehatan, sanitasi, dan produktivitas ekonomi warga, terutama di bidang pertanian dan peternakan.

YTBN menggagas pembangunan pipa baru sepanjang 6,2 km dari sumber air utama ke 10 desa sasaran. Proyek ini diharapkan mampu memberikan akses air bersih yang layak konsumsi untuk masyarakat.

BACA JUGA:  Pulang yang Menyempurnakan Rindu

Selain itu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, karena ketersediaan air bersih mendukung aktivitas seperti pertanian, peternakan, dan industri kecil menengah (IKM).

Danlantamal VII Kupang, Irwan S.P. Siagian, mengatakan, ia mendukung program tersebut. Seluruh material pipa akan diangkut dari Surabaya ke Adonara menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yang dijadwalkan tiba pada awal Juli 2025.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, Pemprov NTT melalui Dinas PUPR akan bantu pengadaan pipa tambahan, desain jaringan, dan rencana pelaksanaan teknis di lapangan.

BACA JUGA:  Ketum Korpri Ajak ASN Hindari Narkoba dan Utamakan Karya Ketimbang Gaya

“Program seperti ini adalah bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan dasar masyarakat dengan aksi konkret. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan praktis dan konkret seperti ini,” jelasnya.

YTBN juga menyebut kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek pembangunan fisik, tetapi akan diperluas ke bidang kesehatan dan pendidikan, guna fondasi pembangunan sumber daya manusia di kawasan itu.***

error: Content is protected !!