KUPANG, HN – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan (AYO), hadir sebagai pemateri Kuliah Umum Nasional bertema “Bersama Cegah Stunting untuk Generasi Emas 2045” yang digelar STIKes Nusantara di Ballroom Hotel NEO Kupang, Selasa 3 Juni 2025.
Selain Ahmad Yohan, hadir juga Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Kebo dan Ahli Pembangunan Sistem Manajemen Resiko, Dr. Deford Nasareno Lakapu, yang juga sebagai pemateri.
Kuliah umum ini merupakan bagian dari kolaborasi antara STIKes Nusantara, Komisi IV DPR RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU).
Hadir 150 peserta, terdiri dari mahasiswa STIKes Nusantara dari semua program studi, dosen, perwakilan Dinkes NTT dan TTU, organisasi profesi (PPNI, IBI), hingga mitra institusi serta tamu undangan.
Ahmad Yohan, saat memberikan materi, ia memaparkan kebijakan nasional dan komitmen dari pemerintah untuk percepatan penurunan stunting di NTT.
Sedangkan Bupati TTU, Falentinus Kebo, membawakan materi tentang strategi Pemerintah Daerah TTU dalam penanganan stunting berbasis komunitas.
Sementara Ahli Pembangunan Sistem Manajemen Resiko, Dr. Deford Nasareno Lakapu, membawakan topik tentang stunting di NTT sebagai resiko pembangunan.
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang angka prevalensi stuntingnya termasuk paling tinggi secara nasional.
Pemerintah pusat dan daerah sudah melakukan berbagai kebijaka percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur.
Namun hal itu dibutuhkan sinergi nyata dari seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan dan mahasiswa di bidang kesehatan.
Sebagai institusi pendidikan, STIKes Nusantara merasa bertanggung jawab untuk turut berperan aktif memberikan edukasi dan penguatan peran mahasiswa terhadap isu stunting.
Sehingga, lewat Kuliah Umum Nasional, STIKes Nusantara menghadirkan Ahmad Yohan dan Falen Kebo untuk membagikan wawasan kebijakan, strategi pembangunan daerah, serta upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.
Tujuan dari kuliah umum yang digelar STIKes Nusantara untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat tentang bahaya stunting dan cara pencegahannya.
Meningkatkan peran mahasiswa kesehatan dalam percepatan penurunan stunting di NTT, dan menyebarluaskan kebijakan nasional dan lokal tentang penanggulangan stunting.
Selain itu membangun kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah pusat dan daerah, dan mendorong terbentuknya komunitas mahasiswa peduli stunting.
Output dari kegiatan ini adalah agar peserta mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang stunting, munculnya inisiatif dari mahasiswa untuk melakukan kegiatan sosial/edukatif terkait stunting.
Selain itu terbangunnya jejaring kerja sama antara STIKes Nusantara, pemerintah, dan lembaga terkait untuk kegiatan advokasi stunting ke depan.
Kuliah Umum ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam penanggulangan stunting, dimulai dari lingkungan terkecil hingga tataran masyarakat luas.***

