KUPANG, HN – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menyebut pemilihan penjabat gubernur di sejumlah wilayah di Indonesia akan dilakukan melalui proses yang transparan dan akuntabel.
Pernyataan itu ditegaskan Presiden Joko Widodo usai meresmikan Jalan Tol Ciawi – Sukabumi ruas Cigombong – Cibadak, di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat 4 Agustus 2023.
Menurut Presiden Jokowi, nama penjabat kepala daerah yang diusulkan dari setiap daerah, selanjutnya akan diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Jadi apanya yang nggak akuntabel, apanya yang nggak transparan? Masukan semua kan dari daerah,” ungkap Joko Widodo.
Dia menjelaskan, usulan nama itu kemudian diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), baru dilanjutkan lagi ke Tim Penilai Akhir atau TPA.
“Usulan itu kan dari daerah ke Kemendagri, setelah itu baru naik ke kita di TPA. Jadi semuanya terbuka,” pungkasnya.
Untuk diketahui, salah satu provinsi yang segera mengakhiri masa jabatan gubernur dan wakilnya adalah Nusa Tenggara Timur.
Gubernur Viktor Laiskodat dan wakilnya Josef Adrianus Nae Soi akan mengakhiri masa jabatan mereka pada 5 September 2023 mendatang.
Untuk mengisi kekosongan jabatan, DPRD NTT sudah mengajukan tiga nama ke Kemendagri untuk dipertimbangkan sebagai penjabat gubernur NTT menggantikan Viktor Laiskodat.***

