Generasi Muda Penentu Nasib Daerah dan Masa Depan Bangsa

Frans Aba (tengah) saat mendeklarasikan diri sebagai Calon Gubernur NTT di Hotel Aston Kupang beberapa waktu lalu (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT baru akan digelar akhir tahun 2024 nanti. Sejumlah nama yang bakal meramaikan bursa Cagub 2024 mulai mencuat ke publik. Salah satunya Fransiskus Xaverius Lara Aba.

Politisi muda asal Ende yang akrab disapa Frans Aba ini secara resmi sudah mendeklarasikan diri sebagai Calon Gubernur NTT 2024 di Hotel Aston Kupang beberapa waktu lalu.

Menurut Frans Aba, dalam Pemilu 2024 nanti, generasi muda atau milenial memiliki peran penting untuk menentukan nasib daerah dan masa depan bangsa.

“Nasib bangsa dan daerah ini ada di tangan milenial. Putuskan yang terbaik. Jangan bedakan dari sisi latar belakang ataupun suku dan agama,” ujar Frans Aba dilansir dari chanel YouTube Pasiar Oto, Senin 17 Juli 2023.

BACA JUGA:  PKN NTT Sukses 100 Persen Daftarkan Bacaleg Provinsi dan Kabupaten/Kota

“Pilihan kalian akan menentukan nasib daerah dan bangsa ini selama 5 tahun ke depan. Kalau salah memilih, maka kita harus tunggu proses perubahan 5 tahun lagi,” tambah Frans Aba.

Dijelaskan Frans Aba, siapapun yang akan terpilih di tahun 2024 nanti harus memperhatikan inovasi dan kreativitas dari generasi milenial tanpa harus mengekang mereka.

“Siapapun yang jadi pemimpinan harus berikan ruang-ruang estetika itu kepada generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemuda GMIT Ajak Warga Ciptakan Situasi Aman dan Damai Jelang Pemilu 2024

Selain itu, kata Frans, jaringan atau networking juga harus dibuka kepada generasi muda yang saat ini masih pada standar lokal, dan menghubungkan mereka ke skala nasional atau internasional.

“Itu yang harus dilakukan untuk mendukung inovasi dan kreativitas mereka. Karena saya melihat itu sangat cepat di kelompok milenial,” jelasnya.

“Sebab kalau tidak diberi ruang atau space untuk improvisasi dan kreativitas mereka tidak tersalurkan, maka akan berdampak buruk bagi kita,” ungkap Frans.

Frans menyebut hal itu akan menjadi prioritas utama, jika ia diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Provinsi NTT di tahun 2024 nanti.

BACA JUGA:  Maju di Pilgub NTT, Julie Laiskodat dan Frans Aba Berpotensi Jadi Rival?

“Kalau tanya saya, maka itu menjadi prioritas. Tinggal kita melihat apa inovasi dan kreativitas dari kaum milenial dengan melakukan cluster aktivitas mereka,” terangnya.

Karena dengan berbagai macam instrumen saat ini lebih muda dari sisi digital, sehingga bisa dipadukan untuk masuk ke sisi mereka, yaitu inovasi dan kreativitas yang mereka miliki.

“Jadi yang paling penting itu membuka space atau ruang kepada mereka, serta menyambungkan jaringan di antara lokal, regional, nasional maupun internasional,” pungkas Frans.***

error: Content is protected !!