KUPANG, HN – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) dikabarkan sudah menaikan kasus dugaan pencemaran nama baik oleh akun TikTok Lika-Liku NTT ke tahap penyidikan.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyebut kasus itu dinaikan ke penyidikan usai penyidik memperoleh bukti awal yang cukup.
“Perkara dugaan pencemaran nama baik lewat medsos di akan TikTok Lika-Liku NTT yang dilaporkan ke Polda NTT saat ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar Novika Chandra, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut dia, sejauh ini penyidik Ditreskrimsus Polda NTT sudah meminta keterangan sejumlah saksi dan ahli untuk memperkuat alat bukti yang dimiliki.
“Untuk proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pihak yang berada di balik akun TikTok Lika-Liku NTT,” jelasnya.
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena mendukung Polda NTT untuk mengusut tuntas pengelola akun TikTok Lika-Liku NTT.
“Pemprov NTT mendukung penuh Polda NTT tegakkan hukum untuk semua akun yang meresahkan publik dan menjaga agar ruang digital NTT tetap sehat dan produktif untuk semua masyarakat NTT,” ujar Melki.
Menurut Melki, penegakan hukum terhadap penyalahgunaan media sosial tidak hanya berkaitan dengan aspek pidana, tetapi juga untuk menjaga ketertiban sosial di tengah tingginya penggunaan platform digital.
Dia menegaskan kebebasan berekspresi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab.
“Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, tetapi harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak merugikan pihak lain. Hukum harus jadi rambu-rambu agar ruang digital tetap kondusif,” jelasnya.
Melki mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi menimbulkan keresahan dan persoalan hukum.
Menurutnya, menjaga kualitas ruang digital merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat penegak hukum.
“Dunia digital harus menjadi ruang yang membangun optimisme, persatuan, dan kemajuan NTT. Mari bersama-sama menjaga etika bermedia sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.
Selain itu, Melki meminta semua pihak untuk menjaga lingkungan digital yang sehat bagi generasi muda NTT. Ia menilai kualitas informasi yang dikonsumsi anak-anak dan remaja saat ini akan berpengaruh terhadap karakter serta masa depan mereka.
“Yang paling penting adalah masa depan anak-anak NTT. Mereka tumbuh dalam era digital. Karena itu kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan ruang digital yang mereka akses setiap hari tetap sehat, aman, edukatif, dan produktif,” pungkasnya.***

