KUPANG, HN – Kontingen SHOTO – KAI Sikka, berhasil keluar sebagai juara umum I dalam ajang Open Tunament Karate Kapolda Cup tahun 2023.
Event yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77 ini dihelat selama tiga hari di GOR Flobamora Oepoi Kupang, sejak tanggal 22 hingga 24 Juni 2023.
Kegiatan ini diikuti 25 kontingen karate di NTT, dengan jumlah peserta 524 karateka, yang mengikuti nomor KATA dan KUMITE mulai usia dini hingga senior.
Dalam ajang ini, kontingen SHOTO-KAI Sikka keluar sebagai juara umum I, dengan mendulang 23 medali emas, 19 perak dan 20 perunggu.
Dari jumlah medali yang diraih kontingen SHOTO-KAI Sikka tidak terlepas dari kontribusi 4 orang mahasiswa UNIPA, yang turut menyumbang 5 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Empat mahasiswa itu diantaranya Christoforus Yovan Bruno meraih 3 medali emas pada nomor KATA perorangan, KATA Beregu dan KUMITE perorangan.
Sisilia Raimunda, mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan, Pertanian dan Perikanan ini menyumbang 2 medali emas pada nomor KATA perorangan dan KUMITE perorangan.
Kristoforus M. Lodan yang juga mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan, Pertanian dan Perikanan ini meraih 1 medali perak pada nomor KUMITE perorangan.
Sedangkan Michael Rizki Miraiz meraih 1 medali perak pada nomor KUMITE perorangan, dan Maria Ritkalivan meraih 1 medali perunggu pada nomor KUMITE perorangan.
Christoforus Yovan dan Sesilia Raimunda yang mendulang medali emas, selanjutnya akan mengikuti ajang Open Tunament Presiden Cup di Denpasar Bali.
Lomba itu akan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Ngurah Rai, Denpasar Bali, pada tanggal 3 hingga 10 Juli 2023 mendatang.
Christo dan Sesilia merupakan atlet yang sudah terseleksi di ajang Porprov NTT 2022, dimana mereka akan mewakili NTT di ajang Pra PON 2023 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada bulan Agustus nanti.
Pengurus SHOTO – KAI Sikka, Frederich Baba Djoedye mengatakan, pihak kampus harus memperhatikan mahasiswa berprestasi dengan memberikan reward.
“Reward itu bisa berupa beasiswa, ataupun dalam bentuk lain, sebagai tanda dan bentuk apresiasi kampus terhadap prestasi yang mereka raih,” ujar Frederich Baba.
Menurut Frederich, pada moment Porprov NTT 2022 yang meloloskan sejumlah mahasiswa UNIPA ke Pra PON 2023, pihak kampus sempat menjanjikan reward, namun belum terealisasi hingga sekarang.
Dia menegaskan, para mahasiswa memang tidak membawa nama UNIPA dalam setiap lomba yang mereka ikut. Namun identitas mereka sebagai mahasiswa UNIPA tetap terpatri, dan juga sebagai ajang promosi kampus.
“UNIPA harus memiliki database mahasiswa berprestasi, yang mana menjadi embrio lahirnya UKM dari segala talenta yang dimiliki mahasiswa, dan tentunya menjadi salah satu kelengkapan infrastruktur dalam mendukung proses akreditasi kampus,” jelas Ketua Ikatan Alumni UNIPA ini.
Penyandang sabuk hitam karate SHOTO – KAI ini menyarankan agar dalam masa penerimaan mahasiswa baru, UNIPA seyogyanya membuka jalur khusus prestasi nabi calon mahasiswa baru.
Untuk diketahui, dalam ajang Open Turnament Karate Kapolda Cup 2023, kontingen KKI NTT A keluar sebagai juara umum II dengan mendulang 13 medali emas, 7 perak dan 11 perunggu.
Sedangkan juara umum III diraih kontingen SHOTO – KAI Nagekeo, dengan perolehan 6 medali emas, 3 perak dan 6 perunggu.
Masing-masing kontingen yang berhasil meraih juara berhak mendapat piala dan uang pembinaan.***

