George Hadjoh Launching Sentra UMKM Marimampir Jemaat Moria Liliba

KUPANG, HN – Penjabat Walikota Kupang, George Hadjoh, menghadiri acara Launching  Sentra UMKM Marimampir Jemaat GMIT Moria Liliba, Rabu 22 Maret 2022.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat tampak hadir dalam acara itu.

Kegiatan yang digagas GMIT Moria Liliba ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi jemaat dalam berbagai kegiatan perekonomian yang melibatkan jemaat, mencakup kegiatan produksi, pemasaran produk UMKM hingga aktivitas jual beli yang terstruktur.

BACA JUGA:  BPOM Kupang Gelar Bimtek Pemilihan Duta Kosmetik dan Jamu Aman Tahun 2022

Penjabat Walikota Kupang, George Hadjoh mengatakan, peluncuran Sentra UMKM Marimampir Moria Liliba merupakan wujud dari iman serta ketekunan jemaat Gereja Moria yang ingin meningkatkan kesejahteraannya melalui pemberdayaan ekonomi.

“Selama ini Jemaat Moria seperti beberapa Jemaat GMIT lainnya telah serius merintis berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Selain mendukung kegiatan pemberdayaan ekonomi jemaat, George Hadjoh mengajak gereja dan jemaat agar memberi perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anak khususnya dalam mata pelajaran MIPA dan bahasa inggris.

BACA JUGA:  George Hadjoh Ingin Anak Kota Kupang Kuasai Bahasa Dunia

Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan agar anak-anak wajib meningkatkan kemampuan di bidang bahasa asing dan matematika.

Bahkan, kata dia, baru-baru in Pemkot Kupang menggandeng Profesor Yohanes Surya dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya untuk memberikan pelatihan pandai menghitung dengan metode gampang, asyik dan menyenangkan (Gasing) bagi para guru dan siswa SD SMP se Kota Kupang.

“Itu agar siswa-siswi Kota Kupang senang belajar dan mampu bersaing dalam berbagai perlombaan mata pelajaran hingga ke level nasional bahkan internasional,” terangnya.

BACA JUGA:  ABG Indonesia Sambut Baik Tawaran Kerjasama dari Pemkot Kupang

Joseph Leonard Kale, selaku ketua panitia dalam laporan kegiatan menjelaskan, keberadaan Centra UMKM Marimampir Moria Liliba merupakan wujud keterpanggilan gereja untuk turut memikirkan kesejahteraan jemaat melalui sebuah tindakan nyata.

“Kami mencoba untuk merespons apa yang menjadi kebutuhan jemaat dalam upaya peningkatan ekonomi jemaat dengan menyediakan wadah agar jemaat yang memiliki usaha untuk dapat menjual berbagai produk baik itu kuliner, kerajinan, bahan makanan segar dan lain sebagainya,” jelas Joseph.***

error: Content is protected !!