Laka Lena Apresiasi Herlina Pindy, Nutrisionis Berprestasi yang Ramu Pangan Lokal untuk Atasi Stunting di NTT

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena (Foto: Eman Krova)

KUPANG, HN – Herlina Pindy, seorang nutrisionis yang bekerja di RS Imanuel Sumba Timur berhasil meramu pangan lokal menjadi makanan bergizi dan efektif untuk menekan angka stunting di wilayah setempat.

Terobosan cerdas yang dilakukan Herlina Pindy mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena.

Menurut Melki, Herlina telah memberikan teladan yang luar biasa, karena memanfaatkan potensi pangan lokal dan menggunakan dana pribadinya untuk membantu anak stunting di Sumba Timur.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Apresiasi Vaksinasi Lintas Agama Yang Digelar Kampus Muhammadiyah

“Herlina menjadi menarik menurut saya, karena dia mampu meramu sendiri makanan bergizi yang berasal dari berbagai pangan lokal yang ada,” ujar Laka Lena, Sabtu 12 Agustus 2023.

Usaha Herlina kemudian diakui oleh Kementrian Kesehatan. Ia menjadi satu dari sepuluh tengah kesehatan se Indonesia yang dianggap berprestasi.

BACA JUGA:  Isu OPM Bergejolak, Mahasiswa NTT Tidak Boleh Terpengaruh

“Menurut pengakuan Kemenkes bahwa itu sudah membantu menurunkan angka stunting di Sumba Timur, sehingga dia akan mendapat penghargaan dari Menteri Kesehatan,” jelansya.

Prestasi Herlina, kata Melki, juga mendapat pengakuan dari Presiden Joko Widodo, yang akan memberikan penghargaan kepada sepuluh orang tenaga kesehatan terbaik, termasuk dirinya.

“Jadi mereka akan diundang ke Istana untuk menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan dan Presiden Joko Widodo,” ungkap Melki.

BACA JUGA:  Anggap Keluarga ‘Dicovidkan’, Warga Ambil Paksa Jenazah di RS Siloam Kupang

Melki menambahkan, Herlina telah menunjukan bahwa dia mampu memadukan potensi pangan lokal dengan biaya sendiri untuk bantu mengatasi masalah stunting di Sumba Timur.

“Semoga kita bisa bersinergi dengan baik, sehingga angka stunting di NTT ini bisa kita tekan lebih bagus lagi,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!