China-Iran Tawarkan Bantuan untuk Gempa Flores, RI Belum Buka Bantuan Asing

KUPANG, HN – Pemerintah China dan Iran siap berikan bantuan kemanusiaan untuk penanganan gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, Pemerintah Indonesia hingga kini belum membuka bantuan dari negara asing karena penanganan bencana dinilai masih dapat dilakukan dengan sumber daya dalam negeri.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan, serta membuat ribuan warga mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 68 orang. Sementara itu, sebanyak 213 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Iran Siap Kirim Bantuan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto atas bencana gempa yang melanda NTT.

Dilansir kantor berita IRNA, Selasa 18 Agustus 2026, Pezeshkian mengirimkan pesan belasungkawa kepada Presiden RI Prabowo Subianto Minggu 16 Agustus 2026 waktu setempat.

Dalam pesannya, Pezeshkian menyampaikan simpati kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama keluarga korban meninggal dunia serta warga yang terdampak gempa.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, khususnya keluarga yang berduka dan terdampak,” kata Pezeshkian.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, Terasa Hingga ke Kupang

Pezeshkian sekaligus menyatakan kesiapan Iran untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pertolongan medis kepada Indonesia.

“Dalam keadaan sulit ini, sambil mengumumkan kesediaan kami untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis apa pun, saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan pengampunan kepada para korban, kesembuhan yang cepat bagi yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas,” ujarnya.

Pezeshkian berharap kondisi di wilayah terdampak gempa segera kembali stabil dan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang.

China Juga Siap Bantu Indonesia

China turut menyampaikan keprihatinan atas gempa yang mengguncang Flores. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Beijing siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Lin dalam konferensi pers harian pada Senin 17 Agustus 2026, sebagaimana diberitakan media Xinhua.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban serta simpati tulus kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan mereka yang terluka,” ujar Lin.

BACA JUGA:  PC IMM Kupang Sambut Bulan Suci Ramadhan dengan Berbagai Aksi Sosial

Lin juga menyebut sejumlah warga negara China dilaporkan terluka akibat gempa. Konsulat Jenderal China di Denpasar, kata dia, telah mengaktifkan mekanisme darurat untuk memberikan bantuan kepada warga China yang terdampak.

RI Belum Buka Bantuan Asing

Meski China dan Iran sudah siap membantu, Pemerintah Indonesia belum membuka bantuan dari negara asing untuk penanganan gempa Flores.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih mampu menangani kebutuhan warga terdampak, termasuk kebutuhan logistik dan pengungsian.

“Belum (membuka bantuan negara lain) ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik, baik kebutuhan logistik, apa pengungsian,” kata Prasetyo.

Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Penanganan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan dasar warga di pengungsian, tetapi juga persiapan pemulihan pascabencana.

Huntara dan Huntap Mulai Diidentifikasi

Prasetyo mengatakan pemerintah mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga yang rumahnya terdampak gempa.

BACA JUGA:  Terima Dukungan Gerindra, Melki Laka Lena Siap Lanjutkan Program Jokowi dan Prabowo di NTT

“Bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan warga terdampak mendapatkan tempat tinggal setelah masa tanggap darurat dan proses pemulihan berlangsung.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah memastikan anggaran untuk penanganan bencana tersedia. Kementerian Keuangan saat ini menunggu rincian kebutuhan anggaran resmi dari BNPB untuk penanganan dampak gempa di NTT.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan surat permohonan anggaran dari BNPB telah diterima pemerintah.

“Belum, kita belum lihat detailnya. (BNPB) baru mengirim (surat) kemarin sore, suratnya baru masuk hari ini,” kata Purbaya.

Menurut Purbaya, pencairan anggaran penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat setelah kebutuhan dan permintaan resmi disampaikan secara jelas.

“Mereka bilang sudah kirim surat kemarin, kita akan follow up cepat. Untuk bencana seperti itu SOP-nya kita cepat keluar selama permintanya jelas,” ujarnya.

Pemerintah juga telah memiliki anggaran darurat bencana. Selain itu, BNPB mempunyai dana siap pakai yang dapat digunakan untuk penanganan awal di wilayah terdampak.***

error: Content is protected !!