KUPANG, HN – Direktur Kredit Bank NTT Aloysius Geong mengajak seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan hingga partai politik, ikut terlibat dalam sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT.
Menurut Aloysius, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebab, kata dia, pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan masih menjadi salah satu tantangan di NTT.
“Kita perlu ada upaya lagi yaitu melalui sosialisasi melibatkan seluruh unsur. Ini penting untuk literasi keuangan,” ujar Aloysius, Rabu 12 Agustus 2026.
Aloysius menjelaskan, Bank NTT pada 2026 kembali memperoleh alokasi untuk menyalurkan KUR setelah sebelumnya sempat vakum.
Alokasi tersebut sedianya mulai disalurkan sejak Januari 2026. Namun, penyaluran KUR Bank NTT baru berjalan efektif pada Juni 2026.
“2026 itu kita dapat alokasi KUR setelah lama vakum. Kita dapat untuk salurkan KUR yang sedianya dilakukan Januari, namun kita baru efektif Juni kemarin,” jelasnya.
Karena baru kembali aktif menyalurkan KUR, Bank NTT menilai sosialisasi sangat penting dilakukan agar masyarakat paham sebelum mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Aloysius mengatakan persoalan literasi keuangan masih menjadi tantangan di NTT. Meski terus mengalami peningkatan, tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada di bawah angka nasional. “Masih di sekitar 50 persen di bawah nasional,” katanya.
Karena itu, kata dia, masyarakat dinilai perlu mendapatkan pemahaman terlebih dahulu mengenai produk keuangan, termasuk KUR, sebelum mengajukan kredit.
“Literasi keuangan ini pintu masuk, salah satunya adalah KUR. Sebelum masuk mereka harus paham. Jangan sampai kita langsung masuk ke kredit,” jelas Aloysius.
Menurut dia, sosialisasi KUR tidak semata-mata menjadi tugas Bank NTT. Berbagai lembaga dan organisasi dapat mengambil peran untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Aloysius menegaskan sosialisasi KUR dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk partai politik.
Dia menyebut kegiatan sosialisasi yang dilakukan bersama Partai Golkar merupakan salah satu bentuk kolaborasi. Keterlibatan partai politik dalam kegiatan itu, menurut Aloysius, berkaitan dengan upaya memperluas literasi keuangan masyarakat.
“Jadi sosialisasi itu bukan hanya Bank. Tetapi semua unsur termasuk partai politik,” tegasnya.
Ia mengatakan keterlibatan partai politik dalam kegiatan sosialisasi KUR bukan berarti program tersebut hanya diperuntukkan bagi partai tertentu. Bank NTT terbuka melakukan kolaborasi dengan berbagai organisasi dan lembaga.
“Jadi ini berkaitan dengan meningkatkan literasi keuangan. Mari kita lakukan sosialisasi. Karena itu pintu masuk masyarakat paham dengan keuangan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan Bank NTT memiliki tenaga pemasaran dan materi produk yang dapat digunakan dalam kegiatan sosialisasi. Karena itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga yang memiliki akses langsung kepada masyarakat.
“Teknik sosialisasi itu kita punya marketing produk. Jadi kita libatkan lembaga manapun. Karena itu dia cepat naik,” ujarnya.
Menurut Aloysius, organisasi maupun lembaga apa pun memiliki ruang untuk membantu mensosialisasikan KUR selama tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Jadi lembaga, organisasi apa saja memiliki hak untuk melakukan sosialisasi KUR,” ungkapnya.
Dia berharap makin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula jangkauan informasi mengenai KUR Bank NTT.
Kolaborasi itu diharapkan mempermudah masyarakat mengenal produk pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan nasabah Bank NTT.
“Kita penting melakukan kolaborasi dengan organisasi apa pun. Sehingga kita dimudahkan untuk mengembangkan nasabah,” pungkasnya.
Diketahui, Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong didampingi Direktur Umum dan Kredit, Rahmat Saleh serta Kepala Divisi Kredit Mikro, Kecil dan Konsumer Bank NTT, Endri Wardono.***

