KUPANG, HN – Sebanyak 450 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT tercatat terlambat mengikuti apel pagi yang dipimpin Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena di halaman Gedung Sasando, Senin 29 September 2025.
Melki menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang malas dan sering terlambat bisa menjadi “virus” yang merusak etos kerja pegawai lainnya.
Total ASN yang tercatat mengikuti apel sebanyak 5.071 orang, dengan rincian: 4.672 hadir tepat waktu, 232 sedang bertugas, 126 sakit, 148 izin, 66 dalam masa persiapan pensiun (MPP), dan 450 terlambat.
Gubernur Melki mengatakan, disiplin dan profesionalisme ASN sangat penting sebagai syarat kemajuan daerah. Ia menyebut perilaku terlambat dan malas bisa menjadi “virus” yang menulari rekan kerja.
“Data ASN yang terlambat dan malas per unit kerja harus selalu di-update dan dilaporkan ke saya. Harus ditindak tegas sesuai aturan oleh pimpinan unit. Jangan sampai virus malas menulari yang lain,” kata Melki.
Menurutnya, ketegasan dalam menegakkan aturan disiplin diharapkan mampu meningkatkan etos kerja serta kualitas pelayanan publik.
Apel pagi dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTT, Yohan A. Bunmo Loban. Hadir pula staf ahli gubernur, para asisten sekretaris daerah, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.***

