Bank NTT Gelar Turnamen Tenis Meja, Jaring Atlet Muda Jelang PON 2028

KUPANG, HN – Bank NTT menyelenggarakan turnamen tenis meja bertajuk “Ayo Bersinergi Ayo Bangun NTT” dalam rangka memperingati HUT ke-63 Bank NTT yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2025 lalu.

Event ini akan digelar di Gedung Pembinaan Prestasi Grand Arena – House of Pingpong, Oepoi, Kupang, dan terbuka bagi atlet tenis meja yang berdomisili di wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Kami buka pendaftaran tanpa biaya. Tapi event ini dibatasi hanya untuk atlet yang berdomisili di NTT,” ujar Rahnat, Jumat 25 Juli 2025.

BACA JUGA:  Pesan Viktor untuk Ayodhia, Jangan Biarkan Dirut Bank NTT Bertemu DPRD

Menurut dia, kejuaraan ini merupakan upaya pembinaan olahraga tenis meja di NTT, sekaligus menjaring atlet muda untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Tahun 2028 kita di Nusa Tenggara Timur menjadi tuan rumah PON, dan tenis meja termasuk cabang yang dipertandingkan,” ungkapnya.

Dia menyebut, turnamen ini dibagi menjadi dua kategori, dimana U-21 dimulai tanggal 25 Juli, dan kategori beregu umum yang berlangsung 26–27 Juli 2025.

“Jadi mulai besok itu pembukaan pertandingan untuk kategori U21, dan selanjutnya untuk kategori beregu umum,” ungkap Rahmat.

BACA JUGA:  Pengcab TI Kota Kupang Seleksi Atlet PON Lewat Event Kejuaraan Taekwondo Cup 2025

Rahmat menambahkan, turnamen ini kedepan akan menjadi agenda tahunan dengan sistem piala bergilir. Bahkan, kata dia Bank NTT berpotensi jadi pembina cabang olahraga tenis meja di Provinsi NTT.

“Ke depan, Bank NTT bisa jadi pembina. Karena kita orang bank juga punya tim, serta punya pandangan dan semangat yang sama di tenis meja,” tandasnya.

Perwakilan manajemen Bank NTT, Johny Arif, mengapresiasi panitia penyelenggara yang sudah bekerja keras menginisiasi turnamen ini.

Pemegang linsensi A wasit nasional cabor tenis meja itu menilai turnamen itu tidak sekadar lomba, tetapi tempat pembelajaran dan edukasi aturan untuk atlet muda.

BACA JUGA:  Masuk Skuad Persebata, Goran Sulaona Siap Merumput di ETMC Rote Ndao

“Kita ingin atlet paham aturan permainan sejak dini. Karena kalau tidak dibiasakan, nanti saat bertanding di luar daerah mereka akan bingung,” jelasnya.

Menurut Johny, ada tiga tahap penting dalam turnamen ini yakni sosialisasi ulang peraturan tenis meja, validasi data pemain, dan pengundian peserta.

“Validasi ini penting untuk memastikan kelengkapan syarat. Jangan sampai saat pertandingan nanti ada protes hanya karena pemain belum memenuhi kriteria,” tandasnya.***

error: Content is protected !!