KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta seluruh kepala dinas pertanian di 22 kabupaten/kota untuk segera memetakan kebutuhan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) guna mempercepat program swasembada pangan di NTT.
Permintaan ini disampaikan Melki saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Progres dan Percepatan Pencapaian Program Swasembada Pangan serta Sinkronisasi Program dan Kegiatan Prioritas Nasional di Daerah di Hotel Aston Kupang, Kamis 24 Juli 2025.
“Pemenuhan kebutuhan pangan bukan tugas yang mudah. Ini soal kedaulatan bangsa. Karena itu, peran kepala dinas pertanian dan penyuluh sangat penting,” kata Melki.
Melki menyebut, saat ini NTT memiliki peluang besar untuk memperoleh pengalihan kuota cetak sawah dari provinsi lain yang tidak mampu menyerap alokasi tersebut.
Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengajukan proposal cetak sawah baru yang layak, lengkap dengan kesiapan lahan, sumber daya manusia, serta alat mesin pertanian.
“Kalau kita bisa buktikan kesiapan kita, maka pupuk, traktor, pompa, sampai sistem irigasi bisa segera masuk ke NTT,” jelasnya.
Melki menegaskan, pemerintah pusat memberikan dukungan luar biasa bagi sektor pertanian NTT, antara lain melalui program Modern Rice Milling Plant (MRMP) dan kerja sama lintas kementerian dan lembaga.
Namun, ia mengingatkan, kesiapan data dan pelaksanaan di lapangan harus menjadi prioritas agar peluang yang tersedia tidak hilang sia-sia.
“Presiden, Wakil Presiden, Pak Prabowo, dan para menteri semua sedang bergerak cepat. Jangan sampai kita yang di daerah justru lambat,” jelasnya.
Salah satu perhatian Melki adalah rendahnya serapan pupuk bersubsidi di NTT. Untuk itu, ia mendorong para kepala dinas segera mengidentifikasi kebutuhan pupuk secara konkret di lapangan agar distribusi bisa dipercepat dan pemanfaatannya optimal oleh para petani.
Melki berharap rakor ini menjadi momen untuk menyatukan langkah, mengakselerasi program swasembada pangan, dan membuktikan kesiapan NTT dalam mewujudkan kemandirian pangan.
“Kita sudah di jalur yang benar. Tinggal kita buktikan bahwa kita siap bekerja cepat dan tepat,” pungkasnya.***

