Pameran Pembangunan BaSTEL 2026 Libatkan 613 UMKM NTT

KUPANG, HN – Pameran Pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) BaSTEL 2026 mencatat partisipasi sebanyak 613 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jumlah itu melonjak signifikan dibandingkan target awal yang hanya sekitar 200 UMKM.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) NTT Adi Mandala mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan tingginya minat pelaku UMKM untuk memanfaatkan ruang promosi dan pemasaran yang disediakan dalam pameran pembangunan.

“Awalnya hanya 200 pelaku UMKM yang terdaftar, tetapi lari lewat sampai 613 UMKM yang ada di sini,” kata Adi Mandala, Sabtu 15 Agustus 2026.

Menurut Adi, keterlibatan ratusan UMKM menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas ruang pertumbuhan pelaku usaha lokal. Pemerintah, kata dia, tidak menempatkan kegiatan tersebut semata-mata sebagai aktivitas komersial.

BACA JUGA:  Utang Warisan Rp210 Miliar Per Tahun Ikat Ruang Gerak Fiskal NTT, Kritik Publik Harus Rasional

“Karena itu, pemerintah tidak sedang berbisnis dengan masyarakat. Tetapi sedang membangun UMKM di Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Selain UMKM, Pameran Pembangunan BaSTEL 2026 juga melibatkan instansi pemerintah dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Sebanyak 115 stan disediakan untuk instansi pemerintah dan BUMD untuk menampilkan berbagai program, produk, serta capaian pembangunan daerah.

Dari sisi UMKM, tingginya jumlah peserta membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus meningkatkan transaksi selama pameran berlangsung.

Pameran BaSTEL Jadi Kanal Solidaritas untuk Flores

Di tengah agenda promosi pembangunan dan penguatan UMKM, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Pameran BaSTEL 2026 juga dimanfaatkan sebagai ruang solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores.

BACA JUGA:  Bahlil Bawa Pengurus Inti Golkar ke Istana, Gubernur Melki Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo

Melki mengatakan pemerintah dan masyarakat NTT perlu menunjukkan bahwa Flores merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Nusa Tenggara Timur.

“Pameran Pembangunan ini tetap lahir kepedulian kita untuk korban bencana Flores. Saya minta semua yang hadir dan di mana saja kita tunjukkan bahwa Flores adalah bagian dari NTT,” jelasnya.

Menurut Melki, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membantu proses pemulihan masyarakat terdampak bencana. “Flores bisa bangkit berkat dukungan kita yang ada di sini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bantu Akses Air Bersih, Orang Muda Ganjar NTT Pasang Pompa dan Penampung Air

Melki mengatakan donasi untuk korban gempa Flores akan dikumpulkan selama pelaksanaan Pameran Pembangunan BaSTEL 2026.

Dana yang terkumpul nantinya akan didonasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Flores.

“Kita bisa dukung mereka melalui Pameran Pembangunan ini. Mari kita isi kotak donasi yang ada untuk saudara kita di Flores,” terangnya.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian gerakan solidaritas yang dibangun pemerintah melalui kegiatan pameran.

Menurutnya, pelaku UMKM juga dapat berkontribusi terhadap penanganan dampak bencana melalui aktivitas ekonomi mereka.

“Sehingga UMKM juga dengan caranya sendiri memberikan dukungan untuk korban gempa Flores,” pungkas Melki.***

error: Content is protected !!