KUPANG, HN – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp7 miliar sepanjang tahun 2025.
Dana itu dialokasikan untuk mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor strategis di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Umum dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, mengatakan penyaluran CSR merupakan komitmen perusahaan dalam mengembalikan manfaat kepada masyarakat sebagai sumber utama pertumbuhan perusahaan.
“Perusahaan boleh mencari laba, tetapi tidak boleh lupa asal laba itu. Laba Bank NTT lahir dari kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pemegang saham,” ujar Rahmat, Senin 6 April 2026.
Rahmat menjelaskan, dana CSR Bank NTT disalurkan ke berbagai sektor, antara lain pendidikan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sosial keagamaan, lingkungan, hingga pembangunan fasilitas publik.
“Sepanjang tahun 2025, Bank NTT telah menyalurkan CSR dengan total nilai Rp7 miliar di berbagai sektor, termasuk pendidikan, UMKM, sosial keagamaan, lingkungan, dan fasilitas publik di NTT,” jelasnya.
Menurutnya, besaran dan distribusi dana CSR juga mempertimbangkan kontribusi masing-masing pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank NTT, sehingga penyaluran dapat lebih proporsional dan tepat sasaran.
Program CSR, kata Rahmat, tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban perusahaan, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk memperkuat fondasi sosial masyarakat.
Rahmat menegaskan, pembangunan daerah tidak semata diukur dari aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan nilai etika, moral, dan spiritualitas masyarakat.
Dalam konteks tersebut, lembaga pendidikan berbasis karakter seperti seminari dinilai memiliki peran dalam membentuk kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan pengabdian.
“Program CSR ini merupakan bentuk dukungan terhadap lembaga-lembaga yang menjaga nilai kemanusiaan, pendidikan, dan moralitas,” jelasnya.
Rahmat turut mengapresiasi Gubernur NTT, Melki Laka Lena atas rekomendasi penyaluran dana CSR, sehingga program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan pembangunan karakter di daerah.
Ia menambahkan, sinergi antara Bank NTT dan pemerintah daerah menjadi kunci agar program CSR benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain penyaluran CSR, Bank NTT juga terus melakukan transformasi internal secara menyeluruh.
Transformasi tersebut meliputi penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas, serta penguatan sistem teknologi digital.
Dia berharap CSR yang disalurkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah yang kompetitif.
Rahmat menegaskan, penyaluran CSR merupakan bagian dari program berkelanjutan bertajuk “Bank NTT Peduli” yang terus dikembangkan setiap tahun buku.***

