RSU Siloam Kupang Hadirkan Layanan Bedah Laser Modern, Bisa Pakai BPJS

KUPANG, HN – RS Siloam Kupang terus meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan menghadirkan teknologi bedah laser modern untuk berbagai kasus, mulai dari varises, fistula ani, wasir, hingga saraf kejepit. Menariknya, sejumlah tindakan sudah dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan.

Teknologi laser ini memungkinkan pasien menjalani tindakan medis tanpa operasi besar, minim nyeri, pemulihan cepat, dan dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat.

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Vaskular dan Endovaskular RS Siloam Kupang, dr. Teguh Dwi Nugroho, Sp.B, Subsp, menjelaskan salah satu layanan unggulan, yakni EVLA (Endovenous Laser Ablation) untuk penanganan varises.

“EVLA adalah terapi varises menggunakan teknologi laser dari dalam pembuluh darah. Tanpa sayatan besar, kami memasukkan serat laser kecil untuk menutup pembuluh darah yang bermasalah,” kata dr. Teguh.

Menurutnya, metode ini memiliki banyak keunggulan, seperti nyeri minimal, bekas luka sangat kecil, tidak perlu rawat inap lama, serta pasien dapat segera kembali beraktivitas.

BACA JUGA:  10 Rekomendasi Obat yang Ampuh Sembuhkan Penyakit Gonore

“Sering kali pasien datang sudah dalam kondisi luka. Padahal, makin dini konsultasi, semakin baik hasil pengobatan. Tidak semua pasien yang datang pasti dibedah, yang terpenting konsultasi tepat dengan dokter,” ujarnya.

Dr. Teguh menegaskan varises bukan sekadar masalah estetika, tetapi dapat menurunkan kualitas hidup. Bahkan pasca tindakan EVLA, pasien justru dianjurkan untuk lebih banyak berjalan.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah RS Siloam Kupang, dr. Herbert S. Silalahi, Sp.B, memperkenalkan FiLaC (Fistula Laser Closure) sebagai solusi modern untuk fistula ani.

“Fistula ani sering disangka bisul biasa. Padahal jika tidak ditangani tepat, bisa kambuh berulang. Dengan FiLaC, saluran fistula kami tutup dari dalam menggunakan laser tanpa sayatan besar,” jelasnya.

Dia menyebut, keunggulan metode ini antara lain nyeri lebih ringan, jaringan sehat tetap terjaga, pemulihan lebih cepat, serta menurunkan risiko gangguan fungsi otot anus.

BACA JUGA:  Herman Man Apresiasi Vaksinasi Drive Thru yang Dilakukan PSMTI Kota Kupang

“Teknologi FiLaC ini belum tentu dimiliki semua rumah sakit. Jadi ini keunggulan besar RS Siloam Kupang,” ungkap dr. Herbert.

Ia menambahkan, pasien pasca tindakan umumnya hanya menjalani rawat inap singkat, bahkan bisa kembali bekerja dengan cepat.

“Antibiotik cukup satu kali, obat nyeri diminum bila perlu. Kami sudah melakukan pada beberapa pasien dan sejauh ini tidak ada kekambuhan,” katanya.

Dokter Spesialis Bedah, dr. Siemon Berhimpon, Sp.B menyebut untuk kasus wasir atau ambeien, RS Siloam Kupang juga menghadirkan Laser Hemorrhoidoplasty atau LHP untuk menangani pasien.

“Dulu operasi wasir dilakukan secara konvensional dengan pemotongan, sehingga nyeri bisa berminggu minggu. Sekarang dengan laser, nyeri jauh lebih ringan,” jelas dr. Siemon.

Pada teknik LHP, dokter hanya mengidentifikasi pembuluh darah yang melebar, kemudian memasukkan fiber optik laser untuk mengecilkan pembuluh tersebut dari dalam.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Hanya ditembak dengan laser, pembuluh darah akan mengkerut. Pasien hampir tidak merasakan nyeri pasca operasi,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunda konsultasi, karena penanganan dini membuat terapi jauh lebih mudah.

RS Siloam Kupang juga menyediakan layanan PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression) untuk pasien saraf kejepit atau HNP.

Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Donny Argie, Sp.BS, NVas, menjelaskan PLDD merupakan terapi laser tanpa operasi terbuka.

“Dengan energi laser, bantalan tulang belakang yang menekan saraf kami kecilkan. Prosedurnya cepat dan pasien bisa langsung pulang,” terang dr. Donny.

Menurutnya, metode ini memiliki risiko komplikasi lebih rendah serta waktu pemulihan lebih singkat dibanding operasi konvensional.

Hadirnya layanan bedah laser modern di RS Siloam Kupang, maka masyarakat NTT tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berobat.***

error: Content is protected !!