LEMBATA, HN – Bank NTT Cabang Lewoleba menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan lima rumah ibadah di Kabupaten Lembata. Bantuan ini diberikan kepada tiga masjid dan dua gereja yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, Egbert Balukh, Senin 6 Februari 2026.
Penyaluran CSR tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank NTT untuk mendukung pembangunan sosial serta memperkuat toleransi dan kebersamaan lintas umat beragama di Lembata.
Egbert mengatakan, program CSR merupakan bentuk kehadiran Bank NTT di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah.
“Bank NTT hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Melalui CSR ini, kami ingin berkontribusi langsung dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan di NTT, khususnya di Kabupaten Lembata,” kata Egbert.
Ia menjelaskan, bantuan CSR disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah ibadah, baik untuk pembangunan fisik maupun penunjang kegiatan keagamaan, agar dana yang diberikan benar-benar bermanfaat.
Selain sektor keagamaan, lanjut Egbert, CSR Bank NTT juga menyasar berbagai bidang lain, seperti pendidikan melalui beasiswa, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur publik, pelestarian lingkungan, hingga bantuan sosial dan penanggulangan bencana.
Pada awal 2026, Bank NTT Cabang Lewoleba menyalurkan CSR sebesar Rp20 juta kepada Paroki St. Yosef Waikilok di Kecamatan Nubatukan.
Panitia Pembangunan Masjid Al Ijtihad Atasoge menerima Rp10 juta, sementara Masjid Baitul Ala Dolulolong di Kecamatan Omesuri memperoleh Rp35 juta.
Selanjutnya, Panitia Pembangunan Gereja Immaculata Bakaor di Kecamatan Wulandoni menerima bantuan Rp20 juta, dan Masjid Usisa Al-At-Taqwa Waikoro di Kecamatan Buyasuri mendapatkan Rp10 juta.
Para penerima bantuan mengapresiasi dukungan Bank NTT. Mereka menilai bantuan tersebut membantu percepatan pembangunan rumah ibadah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat Lembata.
Tokoh agama dan panitia pembangunan juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung Bank NTT sebagai bank daerah.
Menurut mereka, dengan menjadi nasabah Bank NTT, masyarakat turut berkontribusi langsung dalam pembangunan Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan.***

